Percepat Pemulihan Pascabanjir, Aceh Tenggara Minta Tambahan 4 Alat Berat

Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh saat meninjau jembatan Mbarung. (insert) Jembatan desa Mbarung, salah satu jembatan penghubung antar kecamatan yang terputus akibat banjir. Sabtu 3 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara meminta pemerintah pusat menambah sedikitnya empat unit alat berat untuk mempercepat penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah daerah tersebut.

Selain alat berat, Pemkab Aceh Tenggara meminta dukungan pemerintah pusat untuk membangun tanggul di kawasan yang rawan banjir sebagai bagian dari upaya penanganan jangka panjang.

Permintaan itu disampaikan Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry saat menerima Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh untuk mengevaluasi penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (03/10/2026).

“Kita meminta dukungan pemerintah pusat, salah satunya penambahan sedikitnya empat unit alat berat guna mempercepat penanganan material serta akses yang terdampak bencana,” kata Salim.

Menurut Salim, tambahan alat berat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan di sejumlah lokasi terdampak, terutama wilayah yang mengalami gangguan akses akibat bencana.

Ia juga berharap pembangunan tanggul di kawasan rawan banjir dapat segera direalisasikan.

“Harapan kita pemerintah pusat dapat membantu pembangunan tanggul sehingga penanganannya bisa segera diwujudkan,” ujarnya.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Satgas PRR melakukan rapat evaluasi bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.

Tim kemudian meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk jembatan yang putus di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam.

Salim mengatakan, hasil monitoring dan evaluasi di lapangan diharapkan menjadi bahan bagi pemerintah pusat dalam menentukan kebutuhan penanganan di Aceh Tenggara.

“Jangan sampai kita lengah. Kita tetap harus waspada, terutama di daerah-daerah yang rawan banjir,” kata dia.

Ketua Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh, Kombes Wahyu Widiarsono, mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kerusakan infrastruktur akibat banjir.

Menurut dia, kondisi jembatan di Mbarung dan kawasan Jembatan Kuning menjadi perhatian karena kedua lokasi tersebut berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat, baik untuk lalu lintas maupun kegiatan ekonomi. Kita sangat berharap penanganannya dapat segera direalisasikan,” ujar Wahyu.

Pemkab Aceh Tenggara berharap dukungan pemerintah pusat berupa tambahan alat berat dan pembangunan tanggul dapat mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...