Redelong. RU – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Bener Meriah, semakin pekat dan mengurangi jarak pandang.
Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat serta memicu perhatian terhadap keselamatan penerbangan di Bandara Rembele, Minggu (18/10/2026).
Dalam beberapa waktu terakhir, kabut asap di sekitar bandara dilaporkan semakin tebal sehingga berpotensi mengganggu pesawat saat mendarat maupun lepas landas.
Berdasarkan pemantauan pihak bandara, jarak pandang diperkirakan berada di bawah lima kilometer.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Rembele, A. Sofyan Rasad, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh untuk memantau kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara.
”Kami pihak Bandara akan terus berkoordinasi dengan pihak BMKG Aceh dalam memantau kondisi cuaca. Termasuk kondisi cuaca dan jarak pandang disekitar area Bandara,” kata A. Sofyan Rasad kepada rahasiaumum.com.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas dalam operasional penerbangan.
Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Dampak kabut asap turut dirasakan warga di kawasan dataran tinggi Gayo.
Salah seorang warga, Fara Umaina, mengatakan kabut asap yang diduga berasal dari luar daerah telah mengganggu aktivitas masyarakat.
”Sebaiknya pemerintah bisa cepat menangani kabut asap yang menyebar ke daerah lainnya mengingat sangat menggangu kesehatan bagi masyarakat, terutama bagi anak kecil,” harapnya.
Masyarakat diimbau berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang terbatas.
Warga juga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan asap.
Otoritas Bandara Rembele bersama BMKG Aceh akan terus memantau perkembangan kabut asap dan jarak pandang guna mendukung keselamatan penerbangan serta mengantisipasi dampak kondisi tersebut terhadap masyarakat.(BI09)













