Kualasimpang. RU – Terputusnya jaringan listrik dan telepon saat banjir besar melanda Aceh Tamiang pada November 2025 menjadi pengingat pentingnya komunikasi alternatif dalam penanganan bencana.
Pengalaman tersebut mendorong berbagai pihak, termasuk perusahaan perkebunan, untuk ikut memperkuat kesiapsiagaan komunikasi darurat.
Minamas Plantation melalui PT Padang Palm Permai (PPP) mengirimkan Asisten CSD, Budi H., untuk mengikuti Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) Nonreguler Wilayah Aceh 2026 di SMP Negeri 1 Karang Baru, Sabtu (17/10/2026).
Budi dinyatakan lulus dan resmi menjadi anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang.
“Keikutsertaan ini bukan sekadar sertifikat. Saya ingin benar-benar siap membantu saat komunikasi terputus seperti saat banjir lalu,” ujar Budi.
Menurut dia, kemampuan berkomunikasi tanpa bergantung pada jaringan seluler sangat penting bagi daerah rawan bencana.
Keterlibatan perusahaan diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar ketika jalur komunikasi konvensional terputus.
“Saat bencana datang, kami ingin perusahaan tidak hanya diam, tetapi bisa menjadi bagian dari solusi komunikasi bagi masyarakat sekitar,” kata Budi.
Panitia penyelenggara UNAR bidang pendanaan, Saiful Alam, mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam memperkuat jaringan komunikasi darurat.
Menurut dia, komunikasi bencana merupakan kepentingan bersama, bukan hanya komunitas radio amatir.
“Ketika pejabat, ASN, tokoh masyarakat, hingga perusahaan perkebunan ikut terlibat, jaringan komunikasi yang terbentuk akan semakin luas dan kuat,” ujar Saiful.
Sebanyak 116 peserta dinyatakan lulus dalam UNAR tersebut.
Penambahan anggota ORARI dari berbagai latar belakang diharapkan memperluas jaringan komunikasi alternatif di Aceh Tamiang.
Ke depan, kemampuan para anggota perlu terus dilatih agar dapat digunakan saat keadaan darurat.
Pengalaman banjir 2025 menunjukkan bahwa komunikasi yang tetap berfungsi sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi mengenai warga terdampak dan kebutuhan bantuan.
Keterlibatan anggota ORARI baru, termasuk dari lingkungan perusahaan perkebunan, diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.(S04)













