Kutacane. RU – SMA Perisai di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, ditargetkan kembali menerapkan sistem pendidikan berasrama (boarding school) pada 2027.
Namun, rencana tersebut masih membutuhkan pembenahan sejumlah fasilitas dan dukungan anggaran.
Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan, mengatakan, sejumlah kebutuhan sekolah telah ditampung dalam perencanaan anggaran 2027.
Pemenuhan kebutuhan itu diharapkan dapat mendukung kesiapan SMA Perisai kembali menjalankan sistem pendidikan berasrama.
“Alhamdulillah, aspirasi dari SMA Perisai terkait kebutuhan untuk mendukung proses pendidikan yang efektif sudah kami tampung. Kita ingin fasilitasnya dibenahi sehingga sekolah ini benar-benar siap kembali menjadi sekolah berasrama,” kata Yahdi.
Fasilitas yang diusulkan untuk direhabilitasi meliputi asrama putra dan putri, kantin, ruang guru, pos keamanan, masjid, serta kamar mandi masjid.
Sekolah juga membutuhkan meubelair untuk ruang belajar dan ruang kelas, serta pengadaan komputer.
Menurut Yahdi, pembenahan fasilitas menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar apabila sistem pendidikan berasrama kembali diberlakukan.
Meski perizinan penyelenggaraan boarding school telah tersedia, kebutuhan anggaran dan perbaikan sarana masih harus ditindaklanjuti agar target pengoperasian pada 2027 dapat terwujud.
Yahdi berharap rencana tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Ia ingin SMA Perisai kembali menjadi sekolah percontohan sekaligus ikon pendidikan di Aceh Tenggara.
Selain pembenahan fasilitas, Yahdi menekankan pentingnya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut dia, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menghalangi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Jangan sampai ada anak-anak di Aceh yang putus sekolah hanya karena tidak memiliki biaya. Kita ingin pendidikan yang berkualitas bisa diakses oleh masyarakat, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Inilah salah satu alasan mengapa SMA Perisai perlu kita dorong kembali menjadi boarding school,” ujar Yahdi.
Kepala SMA Perisai Aceh Tenggara, Zaini Bainullah, dan Koordinator Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan, M. Rifa’i Matondang, turut menjadi narasumber dalam kegiatan yang membahas masa depan sekolah tersebut.
Yahdi berharap dukungan pemerintah dan para pemangku kepentingan pendidikan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan sekolah sehingga SMA Perisai dapat kembali menerapkan sistem pendidikan berasrama pada 2027.(AFW11)













