Berita  

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Aceh Tamiang Tegaskan Larangan Pungli

Bupati Armia Pahmi melantik 55 Kepala sekolah yang terdiri kepala sekola TK, SD dan SMP. Rabu 14 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Integritas, transparansi pengelolaan anggaran, dan percepatan pemulihan pendidikan pascabanjir menjadi sejumlah penekanan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi saat melantik 55 kepala sekolah negeri secara definitif, Rabu (14/10/2026).

Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang.

Sebanyak 55 pejabat yang dilantik terdiri atas tiga kepala taman kanak-kanak (TK), 43 kepala sekolah dasar (SD), dan sembilan kepala sekolah menengah pertama (SMP).

Dalam amanatnya, Armia menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar status sosial atau fasilitas, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Pelantikan tersebut juga menjadi bagian dari upaya penyegaran, peningkatan kinerja, dan penguatan tata kelola pendidikan di Bumi Muda Sedia.

“Saya tekankan, jaga integritas, jaga loyalitas, dan hentikan segala bentuk pungutan liar. Proses mutasi dan promosi ini bersih dari transaksional. Siapa pun yang melakukan pungli, tidak akan kami toleransi,” tegas Bupati.

Ia juga meminta para kepala sekolah mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.

Setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas kepada masyarakat.

Menurut Armia, kepala sekolah memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.

Karena itu, ia meminta para kepala sekolah menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, adaptif, dan menyenangkan guna meningkatkan prestasi siswa.

“Maju mundurnya mutu pendidikan ada di tangan Bapak dan Ibu. Ciptakan lingkungan belajar yang kreatif, adaptif, dan menyenangkan agar prestasi siswa terus meningkat,” ujarnya.

Selain peningkatan mutu akademik, Armia menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis syariat Islam.

Sekolah diharapkan menjadi benteng moral dengan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, kedisiplinan, dan budi pekerti dalam pembentukan kepribadian peserta didik.

“Sekolah diminta menjadi benteng moral dengan menanamkan pendidikan karakter berbasis syariat Islam. Nilai-nilai akhlakul karimah, kedisiplinan, dan budi pekerti harus menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik,” tegas Armia Pahmi.

Armia juga meminta para kepala sekolah segera mempercepat pemulihan pendidikan pascabanjir.

Inventarisasi kerusakan dan kebutuhan sekolah harus segera dilakukan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan baik.

Ia menegaskan, dampak bencana maupun kendala sosial tidak boleh menyebabkan anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Karena itu, para kepala sekolah diminta memastikan tidak ada satu pun anak yang putus sekolah.(S04)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...