Bunda Literasi Abdya Dorong Pembiasaan Membaca Dimulai dari Rumah

Bunda Literasi Abdya Ny. Ratna Sari Dewi Safaruddin dikenakan selempang pada momen pengukuhan di Aula Tgk Dikila Kantor Bapperida Kabupaten setempat. Rabu 14 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Pembiasaan membaca dan pendampingan anak di lingkungan keluarga menjadi salah satu perhatian Ratna Sari Dewi Safaruddin setelah resmi dilantik sebagai Bunda Literasi Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) periode 2026-2030.

Pelantikan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Abdya, Amrizal, di Aula Tgk Dikila, Kantor Bapperida Abdya, Rabu (14/10/2026).

Ratna menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia menegaskan, amanah tersebut bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan tanggung jawab yang membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Menurut dia, budaya membaca dan belajar perlu ditanamkan sejak dini, terutama melalui lingkungan rumah.

Orang tua diharapkan meluangkan waktu untuk mendampingi anak, membangun komunikasi yang bermanfaat, serta memberi ruang bagi mereka untuk mengenal pengetahuan baru.

“Sebagai seorang ibu, saya meyakini bahwa masa depan anak-anak tidak hanya dibentuk oleh apa yang mereka pelajari di sekolah, tetapi juga oleh apa yang mereka lihat, dengar, dan biasakan di rumah,” ujarnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Ratna juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua agar anak tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk kegiatan positif.

“Inis tentu membutuhkan keteladanan dan pendampingan kita sebagai orang tua,” sebutnya.

Ratna berharap peran Bunda Literasi dapat memperkuat kolaborasi antara keluarga, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam membangun generasi muda Abdya yang berkualitas.

Ia menekankan bahwa gerakan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Saya tidak mungkin menjalankan tanggung jawab ini sendiri. Oleh sebab itu, saya mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh Bunda Literasi, para pendidik, serta masyarakat Abdya. Mari kita saling menguatkan, karena membangun generasi yang berkualitas adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...