Banda Aceh. RU – Sejumlah wilayah di Aceh berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi dalam dua hari ke depan.
Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Betsi, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin, serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan perairan timur Aceh turut meningkatkan penguapan. Kondisi itu menambah kandungan uap air di atmosfer sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Di wilayah perairan, pola angin umumnya bergerak dari Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 05 hingga 32 knot,” kata Betsi, Senin (14/09/2026).
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh Besar-Meulaboh, serta Perairan Selatan Simeulue.
Untuk Selasa (15/09/2026), hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
“Sedangkan hujan sedang hingga lebat berpotensi meluas ke Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, Sabang, dan Nagan Raya,” ujarnya.
Sementara, pada Rabu, (16/09/2026), potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang diprakirakan masih bertahan di hampir seluruh wilayah Aceh, mulai dari Sabang, Simeulue, kawasan pesisir barat-selatan, hingga wilayah tengah dan timur.
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Aceh yang berlaku mulai 15 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 September 2026.
Gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue, Perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar, serta Perairan Aceh Utara-Aceh Timur.
Adapun gelombang tinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh Besar-Meulaboh, Perairan Selatan Simeulue, serta Perairan Aceh Singkil-Pulo Banyak.(TH05)













