Tapaktuan. RU – Warga sejumlah gampong di Kecamatan Sawang dan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, mulai resah menyusul maraknya aksi pencurian dengan modus membobol rumah saat penghuni sedang terlelap.
Kasus terbaru terjadi di Gampong Sawang II, Kecamatan Sawang pada Kamis, 10 September 2026. Dimana dalam satu malam, sedikitnya lima rumah warga menjadi sasaran pencurian. Salah satu korban dilaporkan kehilangan emas dan uang tunai dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Keuchik Gampong Sawang II, Martunis membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan aksi pencurian diperkirakan berlangsung tengah malam hingga dini hari.
“Diperkirakan aksi pencurian terjadi tengah malam saat korban terlelap. Lima rumah warga diobrak-abrik. Salah satunya kehilangan 27 mayam emas dan sejumlah uang tunai. Kasus ini sangat meresahkan warga,” kata Martunis, Sabtu (12/09/2026).
Berdasarkan penjelasan Martunis, lima rumah yang menjadi sasaran pencurian masing-masing milik Rian, Ahmad Hidayat, Ali Hasyimi, Tgk Amirin dan Zaman.
Rumah Rian mengalami kerugian paling besar. Sebanyak 27 mayam emas serta uang tunai Rp1 juta yang merupakan uang arisan anaknya dilaporkan raib.
Sementara dari rumah Ahmad Hidayat, pelaku mengambil uang dalam celengan yang diperkirakan sekitar Rp300 ribu.
Di rumah mantan Keuchik Ali Hasyimi, pencuri hanya berhasil mengambil uang tunai dari dalam dompet.
Adapun di rumah Tgk Amirin, pelaku disebut berhasil masuk tetapi tidak membawa harta benda. Hal serupa terjadi di rumah Zaman karena pelaku tidak berhasil mengambil barang berharga.
Martunis mengatakan, berdasarkan peninjauan bersama warga dan pihak berwajib, pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela dan pintu rumah.
“Peristiwa diperkirakan terjadi tengah malam hingga dini hari. Kami bersama korban sudah melaporkan insiden ini kepada pihak berwajib,” ujarnya.
Informasi dari sejumlah warga menyebutkan, aksi pencurian juga terjadi di Kecamatan Meukek dalam beberapa pekan terakhir.
Di Gampong Lhok Aman, sejumlah rumah warga disebut menjadi sasaran pencurian. Warga menyebut pelaku tidak hanya menyasar rumah orang berada, tetapi juga rumah warga kurang mampu. Bahkan, uang yang disebut milik anak yatim turut dilaporkan hilang.
Kasus serupa juga disebut terjadi di Gampong Rotteungoh. Sedikitnya enam rumah warga dilaporkan dibobol dalam satu malam.
Tiga rumah berada di sekitar jembatan layang Gampong Rotteungoh, dua rumah di Dusun Keude dan satu rumah di Dusun Kuta Cut.
Informasi mengenai aksi pencurian tersebut juga beredar luas di media sosial. Sejumlah warga dan netizen bahkan menyebut kejadian serupa terjadi di sejumlah wilayah lain di Aceh Selatan.
Kondisi itu membuat masyarakat meminta kepolisian meningkatkan patroli malam hingga dini hari serta mengusut setiap laporan pencurian yang terjadi.
Sejumlah warga juga mengaitkan maraknya pencurian dengan berbagai persoalan sosial, seperti dugaan penyalahgunaan narkoba, perjudian online, kondisi ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab dan masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan aparat penegak hukum.
Kapolres Aceh Selatan AKBP T Ricki Fadlianshah melalui Kapolsek Sawang Iptu Ian Fitra membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait pencurian di Gampong Sawang II.
“Kasus ini sudah dilaporkan dan dilimpahkan ke Polres Aceh Selatan untuk tindak lanjut penyelidikan,” kata Ian Fitra.
Menurutnya, penyelidikan masih berlangsung. Polisi sejauh ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap pelaku.
Selain penyelidikan, kata Ian, jajaran Polsek Sawang akan meningkatkan patroli guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(TH05)













