Blangpidie. RU – M. Fadhil dan Salwa Salsabila terpilih sebagai Agam–Inong Duta Wisata Aceh Barat Daya (Abdya) 2026 setelah menyisihkan 13 finalis dalam rangkaian seleksi yang berlangsung sejak Juli hingga Agustus.
Keduanya dinobatkan dalam malam puncak pemilihan yang berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Abdya, Blangpidie, Minggu (30/08/2026) malam.
Prosesi tersebut dihadiri Bupati Safaruddin, Ketua DPRK Roni Guswandi, Wakil Bupati Zaman Akli, Dandim 0110 Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, Kepala Kejaksaan Negeri Kardono, Wakapolres Kompol Surya Purba, Plt Sekda Amrizal, Ketua MAA Abdya Syeh Sabirin, para kepala SKPK, serta sejumlah undangan.
Pelaksana Tugas Kepala Disporaparekraf Abdya, Safrizal, mengatakan pemilihan Agam–Inong merupakan agenda berjenjang yang dilaksanakan mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Menurut dia, proses seleksi diawali dengan pendaftaran secara daring pada Juli hingga Agustus.
Dari seluruh peserta yang mendaftar, sebanyak 13 orang kemudian ditetapkan sebagai finalis.
“Rangkaian kegiatan telah kita mulai dari membuka pendaftaran pada bulan Juli hingga Agustus secara online sampai terpilih sebanyak 13 finalis,” ucap Safrizal.
Para finalis selanjutnya mengikuti masa karantina dan sejumlah tahapan penilaian, mulai dari tes tertulis, presentasi potensi wisata, wawancara, hingga malam penampilan bakat.
Selain melibatkan peserta, pelaksanaan pemilihan tahun ini turut mendapat dukungan dari 36 pelaku UMKM lokal.
Pemerintah daerah memberikan piagam penghargaan kepada para sponsor sebagai bentuk apresiasi.
“Kita memberikan apresiasi kepada para sponsor melalui piagam penghargaan. Semoga kerja sama ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Bupati Abdya Safaruddin berharap ajang Agam–Inong tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Para duta wisata diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya generasi muda dalam memperkenalkan kekayaan pariwisata dan budaya daerah.
“Saya berharap ajang ini bukan hanya seremonial saja. Mudah-mudahan bisa menghadirkan sesuatu yang baru dan membanggakan bagi kabupaten kita,” ujar Safaruddin.
Ia juga meminta para duta wisata memperluas promosi, tidak hanya pada destinasi wisata.
Potensi pertanian, perkebunan, makanan khas, dan produk UMKM lokal juga perlu diangkat melalui berbagai kanal, termasuk media digital.
Dengan demikian, Agam–Inong Abdya diharapkan tidak sekadar menjadi ikon pariwisata, tetapi turut berperan dalam memperkenalkan berbagai potensi ekonomi dan budaya daerah kepada masyarakat luas.(T08)













