Blangpidie. RU – Perubahan pola komunikasi masyarakat mendorong Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta penyuluh agama lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai ruang edukasi dan dakwah.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Abdya Marwan Z menyampaikan arahan tersebut dalam Rapat Pembinaan dan Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Abdya di Blangpidie, Kamis (27/08/2026).
Marwan mengatakan ruang digital dapat menjadi bagian dari pelaksanaan bimbingan keagamaan.
Penyuluh diminta mengisinya dengan konten edukatif serta pesan yang menyejukkan sekaligus relevan dengan persoalan masyarakat.
“Tulis dan sampaikan di ruang-ruang digital. Angkat isu-isu yang berkembang di masyarakat, sehingga kita sebagai Kementerian Agama mampu menjadi penengah dan berdampak,” ujarnya.
Menurut Marwan, penyuluh perlu memahami berbagai persoalan sosial agar dapat memberikan edukasi melalui pendekatan keagamaan.
Salah satu isu yang disebutnya perlu mendapat respons ialah LGBT.
“Salah satu isu yang berkembang adalah LGBT, yang perlu direspons melalui bimbingan dan edukasi kepada masyarakat,” kata Marwan.
Perkuat Kerukunan
Selain dakwah digital, Marwan menekankan peran penyuluh dalam menjaga harmonisasi serta kerukunan umat beragama.
Pesan mengenai toleransi dan kehidupan beragama yang harmonis, menurut dia, harus terus disampaikan kepada masyarakat.
“Kalau tidak mampu mencegah, setidaknya kita sudah menyuarakannya,” tegasnya.
Ia juga meminta penyuluh memperluas kolaborasi lintas sektor, antara lain dengan sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan unsur masyarakat lainnya.
Langkah itu dinilai penting untuk memperluas jangkauan bimbingan keagamaan.
Marwan turut mengingatkan agar majelis taklim dan mimbar Jumat tidak hanya menjadi tempat penyampaian materi keagamaan, tetapi juga digunakan untuk mengangkat tema yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan mampu menjadi penyejuk di tengah berbagai persoalan.
Dengan dukungan 61 penyuluh agama, Marwan berharap program Kementerian Agama dapat disampaikan secara luas dan diterima masyarakat.
“Isi ruang digital dengan dakwah. Terus memperkuat, sehingga pesan-pesan itu kita pastikan sampai di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Marwan.(T08)













