Blangpidie. RU – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, mencatat 17 kasus HIV/AIDS sepanjang 2026.
Dari jumlah tersebut, 10 orang tercatat berdomisili di Abdya, sementara tujuh lainnya berasal dari luar kabupaten.
Kepala Dinkes Abdya, Rinaldi R, mengatakan mayoritas penderita merupakan laki-laki.
Penanganan terhadap orang dengan HIV (ODHIV) maupun pasien AIDS dilakukan melalui pendekatan medis, termasuk pengobatan dan pendampingan sesuai prosedur.
“Kita melakukan upaya pencegahan, memberikan edukasi, serta memastikan penderita mendapatkan pengobatan secara rutin,” kata Rinaldi, Selasa (25/08/2026).
Menurut dia, upaya pencegahan terus dilakukan melalui penyuluhan, edukasi mengenai faktor risiko, pemeriksaan, serta mendorong penderita menjalani pengobatan secara teratur.
“Kita rutin melakukan penyuluhan kepada masyarakat, edukasi mengenai faktor risiko, pemeriksaan, serta mendorong penderita agar menjalani pengobatan secara teratur,” ujarnya.
Rinaldi menekankan pencegahan HIV perlu dilakukan bersama di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pengelola salon serta barbershop agar menjaga kebersihan peralatan, terutama benda yang berpotensi bersentuhan dengan darah, seperti pisau cukur dan silet.
“Pencegahan harus dilakukan bersama-sama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat,” kata Rinaldi.
Dinkes Abdya juga memanfaatkan program “Doto Saweu Sikula” sebagai sarana edukasi kesehatan bagi pelajar.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai kesehatan reproduksi, perilaku hidup sehat, serta risiko penularan penyakit.
Rinaldi turut mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, menjauhi perilaku berisiko dan tidak menyalahgunakan narkoba.
Penggunaan jarum suntik secara bergantian, kata dia, dapat menjadi salah satu jalur penularan HIV.(T08)













