AS Ajak China Isolasi Ekonomi Iran, Beijing Menolak

Scott
Menkeu Amerika Scott Bessent. [Foto: Totalnews/Rahasiaumum.com]

Washington. RU – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent memperingatkan para sekutu AS agar ikut mengisolasi Iran secara ekonomi. Dia mengatakan, negara atau sekutu yang tak mengambil langkah demikian, artinya memilih berhadapan dengan Washington.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan akan kembali menjerat Iran dengan sanksi ekonomi baru. Tujuannya adalah untuk mengisolasi Iran secara ekonomi. Terkait hal itu, Scott Bessent menghendaki agar sekutu mengambil sikap dan langkah serupa dengan AS.

“Ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia. Dan kami akan datang ke mereka (sekutu) dan mengatakan, Anda bersama kami atau melawan kami,” kata Bessent dikutip Sabtu (22/08/2026).

Ketika ditanya apakah AS akan turut menekan China agar ikut mengisolasi Iran secara ekonomi, Bessent mengatakan, terdapat banyak percakapan yang sebaiknya dilangsungkan secara privat. Namun Bessent mengakui, AS turut meminta China agar mengikut permintaan soal mengisolasi Iran.

Dia menambahkan sanksi terbaru diharapkan akan kian menggencet perekonomian Iran. Tujuan puncaknya adalah jatuhnya pemerintahan Iran.

“Ini akan berhasil di Iran dan kami akan menghancurkan rezim ini. Ini bakal menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia,” ujar Bessent.

Menurut Bessent, dengan sanksi ekonomi, AS tak perlu lagi terlibat dalam operasi militer berat melawan Iran. “Jika kita melakukan tekanan ekonomi maksimum, maka itu berarti bahwa kemungkinan tidak akan ada restart kinetik skala besar, tetapi saya akan menekankan bahwa itu untuk saat ini,” ucapnya.

Sementara pada Kamis, 20 Agustus 2026), China dilaporkan menentang penerapan sanksi ekonomi terbaru oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Beijing menegaskan bahwa, diplomasi menjadi cara untuk mengakhiri konflik.

“Menetapkan sanksi dan penekanan tidak akan membantu memecahkan masalah,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.

“China meminta pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah bertanggung jawab dan memecahkan masalah melalui cara-cara diplomasi dan politik,” ujar Lin.

Sebelumnya, pada Rabu 19 Agustus 2026, Donald Trump mengumumkan apa yang dia sebut sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah diambil terhadap suatu negara.” Langkah penerapan sanksi terbaru bertujuan untuk mengisolasi Iran dan mengingatkan negara-negara dan perusahaan yang membantu Teheran akan menerima konsekuensi serius.

Menurut Trump, AS akan memotong saluran-saluran finansial dan komersial yang menyediakan dukungan ekonomi untuk Iran.

“Hari ini, saya juga mengumumkan bahwa negara manapun yang memperbolehkan institusi finansial, bisnis, bandara, atau entitas pemerintah yang menyediakan tipe garis kehidupan apapun untuk Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar,” kata Trump.

Meski menghadapi ancaman demikian, Pemerintah Iran tak memberikan respons reaktif. Mereka mengatakan bahwa melanjutkan kebijakan yang gagal hanya akan membawa kekalahan dan permusuhan yang lebih besar dari rakyat Iran.

Pemerintah Iran pun mengingatkan bahwa terorisme ekonomi yang dipraktikkan AS berpotensi mengancam perekonomian global dan kedaulatan sejumlah negara di dunia.(TH05/Republika)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...