Polda Aceh Gagalkan Peredaran 50 Ribu Ekstasi, Oknum Keuchik Ditangkap

Konferensi pers terkait peredaran narkotika, di gedung presisi Polda Aceh. Senin 10 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/RSR12]

Banda Aceh. RU – Polda Aceh mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar dengan barang bukti 50.000 butir ekstasi dan 2.495 cartridge atau vape getar yang mengandung etomidate.

Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang keuchik aktif berinisial RB (41).

RB diamankan Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Aceh di Simpang Cibrek, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Jumat, 24 Juli 2026.

Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengatakan pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai peredaran ekstasi dan etomidate.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menangkap RB.

Dari tangan RB, petugas menyita 50.000 butir ekstasi dengan berat bersih 18,026 kilogram, 2.495 cartridge atau vape getar, 4.000 mililiter liquid yang mengandung etomidate, serta dua unit telepon seluler.

“Hasil uji laboratorium menyatakan ekstasi positif mengandung MDMA yang termasuk narkotika Golongan I. Sementara cartridge dan cairannya positif mengandung etomidate sebagai narkotika Golongan II,” kata Ruddi dalam konferensi pers di Aula Presisi Polda Aceh, Senin (10/08/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, RB mengaku mendapatkan narkotika tersebut dari Pablo alias AH yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

RB disebut mengambil barang dari Aceh Tamiang untuk diedarkan di Aceh dan sejumlah provinsi lainnya.

Atas perannya, RB dijanjikan upah Rp 100 juta. Polisi menjeratnya dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 119 ayat (2) UU Narkotika serta Pasal 609 ayat (2) UU KUHP. Ia terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.

Ruddi menegaskan kepolisian akan terus memburu jaringan peredaran narkotika tersebut.

“Para pengedar narkotika akan saya kejar dan saya akan buat mereka miskin,” tegas Ruddi.(RSR12)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...