Kualasimpang. RU – Kondisi ruas jalan di Bukit Suling, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, yang longsor akibat banjir hidrometeorologi pada akhir November 2025 hingga kini belum diperbaiki.
Warga berharap Pemerintah Aceh segera menangani kerusakan tersebut karena dikhawatirkan memutus akses utama menuju Kota Kualasimpang.
“Kita semua tahu, jalan itu nyaris terputus total, sebab separuh badan jalan sudah longsor ke dasar jurang,” kata warga Desa Rantau Pauh, Iwan Firdian Halatu (57) kepada rahasiaumum.com, Senin (27/07/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, separuh badan jalan yang masih tersisa telah mengalami retakan memanjang sehingga berpotensi terjadi longsor susulan.
“Kalau sampai longsor lagi, sudah habislah. Karena jalan yang melintasi Bukit Suling merupakan satu-satunya jalan penghubung terdekat menuju Kota Kualasimpang,” ujarnya.
Menurut Iwan, warga memang masih dapat menggunakan jalur alternatif melalui Alur Manis, Simpang Opak, dan Kecamatan Karang Baru.
Namun, jarak tempuh menjadi jauh lebih panjang.
“Kami masyarakat Rantau dan sekitarnya meminta Pemerintah Aceh untuk segera menangani jalan yang longsor itu, sebelum terjadinya putus total,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, sejak longsor terjadi sudah dua pengendara sepeda motor terjatuh ke jurang di lokasi tersebut sebelum dipasang garis pengaman.
“Sudah dua kali memakan korban, waktu itu belum ada dipasang polis line, pengendara sepeda motor terjun ke bawah jurang. Sampai-sampai dompetnya keluar dari saku dan isinya berhamburan,” katanya.
Menurut Iwan, kedua korban berhasil ditolong pekerja alat berat yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.(S04)













