Petani Nagan Raya Terseret Arus Saat Menyeberang Sungai, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tampak sejumlah tim gabungan saat melakukan pencarian seorang warga yang dilaporkan terseret arus Sungai Krueng Cut, Desa Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Selasa 21 Juli 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Nagan Raya. RU – Tim gabungan melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan terseret arus Sungai Krueng Cut, Desa Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Operasi pencarian dilakukan sejak Senin, 20 Juli 2026, setelah korban bernama Saed Mutahada (24), warga Desa Lhok Mesjid, Kecamatan Seunagan Timur, dilaporkan mengalami kecelakaan sungai pada Minggu, 19 Juli 2026 sore.

Korban yang bekerja sebagai petani atau pekebun tersebut diketahui sedang berada di lokasi bersama dua rekannya, Rahmad (28), warga Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Junaida alias Naidi (26), warga desa yang sama.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat korban bersama kedua rekannya hendak menyeberangi aliran sungai di kawasan Desa Karian, Kecamatan Beutong.

Dua rekan korban berhasil mencapai seberang dengan selamat, namun saat giliran Saed menyeberang, ia terbawa derasnya arus karena tidak bisa berenang.

Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh kedua saksi bersama warga sekitar, tetapi korban tidak berhasil diselamatkan akibat kuatnya debit air sungai.

Pencarian yang dilakukan pada hari kejadian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi malam, arus sungai yang deras, serta cuaca hujan.

Operasi lanjutan melibatkan personel Polres Nagan Raya, Polsek Beutong, BPBD Kabupaten Nagan Raya, SAR Meulaboh, aparatur Desa Blang Leumak, serta masyarakat setempat.

Adapun personel yang terlibat terdiri dari Kasat Samapta Polres Nagan Raya bersama tiga anggota, Kapolsek Beutong beserta empat personel, 10 petugas BPBD, enam anggota SAR Meulaboh, dan lima aparatur desa.

Dalam penanganan tersebut, tim melakukan pengecekan lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait, mengumpulkan informasi dari saksi, serta menyisir area sungai untuk menemukan korban.

Hingga Selasa (21/07/2026), Saed Mutahada belum ditemukan.

Tim gabungan menduga korban terbawa arus Sungai Krueng Cut dan akan melanjutkan pencarian dengan memperluas penyisiran di sepanjang aliran sungai serta melibatkan masyarakat sekitar.(*)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...