Blangpidie. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menginisiasi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan sekaligus mendukung pembentukan karakter anak sejak dini.
Program tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Bupati Abdya Nomor 400.3/296 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Tahun 2026.
Dalam edaran yang diterbitkan Rabu (08/07/2026), Bupati Abdya Safaruddin mengajak para ayah mengantar anak mereka ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 13 Juli 2026 mendatang.
Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh kepala sekolah, pimpinan instansi vertikal, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta pimpinan lembaga dan badan usaha swasta di Kabupaten Abdya.
Dalam edaran tersebut dijelaskan, GAMAS merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Program itu juga menjadi respons terhadap fenomena fatherless, yakni berkurangnya peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Safaruddin menilai keterlibatan ayah sejak hari pertama sekolah penting sebagai bentuk dukungan moral dan emosional bagi anak.
Kehadiran ayah diharapkan dapat membangun kedekatan emosional, meningkatkan rasa percaya diri, menciptakan rasa aman, serta membantu anak lebih siap mengikuti proses belajar.
Melalui kebijakan tersebut, seluruh kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta lembaga dan badan usaha diminta mendorong pegawai yang memiliki anak usia sekolah untuk berpartisipasi dalam GAMAS.
Mereka juga diimbau memberikan dispensasi atau fleksibilitas jam kerja agar para ayah dapat mengantar anak pada hari pertama sekolah.
Selain itu, Safaruddin menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Abdya meminta seluruh satuan pendidikan menyosialisasikan GAMAS kepada orang tua.
Sekolah juga diminta menyambut peserta didik baru dengan baik serta membangun komunikasi aktif dengan orang tua sebagai bagian dari penguatan sinergi antara keluarga dan dunia pendidikan.
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Abdya berharap keterlibatan ayah dalam pengasuhan tidak berhenti pada hari pertama sekolah, tetapi menjadi bagian dari upaya membentuk karakter, menumbuhkan rasa aman, dan meningkatkan kesiapan belajar anak.
Surat edaran tersebut turut ditembuskan kepada Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN serta Gubernur Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan nasional yang menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.(T018)













