Warga Protes Perbaikan Jalan Tajuk Enang-enang di Stop BPJN Aceh

Tampak rombongan BPJN Aceh saat meninjau jalan Tajuk Enang-enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Senin 22 Juni 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Bener Meriah. RU – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menghentikan sementara kegiatan perbaikan swadaya di ruas nasional Tajuk Enang-enang, jalur penghubung Takengon-Bireuen yang berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Keputusan tersebut diambil setelah BPJN menilai kondisi tanah pascabencana masih sangat labil sehingga berisiko membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas maupun terlibat dalam pekerjaan perbaikan.

Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, meninjau langsung lokasi bersama rombongan pada Senin (22/06/2026).

Di hadapan warga yang sedang bergotong royong memperbaiki ruas tersebut, BPJN secara resmi menginstruksikan penghentian seluruh aktivitas di kawasan itu.

“Sementara waktu aktivitas perbaikan di jalan Tajuk Enang-enang ini untuk segera di stop, mengingat kondisi di daerah ini masih labil. Bapak Presiden, Dirjen Minamarga sudah memikirkan terkait perbaikan jalan Enang-enang ini,” ujar Zulkarnaini, kepada rahasiaumum.com.

Menurut dia, penanganan ruas tersebut telah masuk dalam rencana pekerjaan tahun 2026, sedangkan solusi permanen disiapkan pada 2027.

“Diharapkan kepada masyarakat untuk dapat melintasi jalan alternatif di Wer Lah. Dan Wer Lah akan di lebarkan dan akan diperbaiki secepatnya,” katanya.

BPJN mengarahkan masyarakat menggunakan jalur alternatif Wer Lah sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Selain itu, pemerintah berencana melakukan pelebaran dan perbaikan akses tersebut.

Namun, kebijakan penghentian pekerjaan memicu penolakan warga. Perwakilan masyarakat, Sahrial, menyatakan pengaspalan tetap akan dilanjutkan karena dana hasil donasi telah dibayarkan kepada kontraktor.

Warga juga mengaku kecewa lantaran jalur vital itu dinilai sempat terabaikan selama sekitar tujuh bulan sejak bencana yang terjadi pada akhir November 2025.

“Kami bangga jalan Tajuk Enang-enang ini diperbaiki secara swadaya masyarakat. Kami akan tetap melanjutkan pekerjaan ini demi kepentingan masyarakat Gayo. Kami tidak open, mau dipasang portal silakan, kami terus mengupayakan jalan ini dapat dilintasi,” ujar perwakilan warga.

Menanggapi sikap tersebut, BPJN kembali menegaskan bahwa pengaspalan swadaya berpotensi sia-sia karena lapisan aspal dapat rusak atau tersapu apabila kawasan itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...