Banda Aceh. RU – Jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah, sehingga menjadi 13 orang.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penambahan jumlah tersebut setelah seorang jemaah asal Kota Banda Aceh, Mustafa Ismail, meninggal dunia di Makkah pada Jumat, 19 Juni 2026, akibat acute respiratory failure atau gagal napas akut.
Sebelumnya, dua jemaah Aceh lainnya juga dilaporkan wafat pada 17 Juni 2026.
Kedua jemaah tersebut masing-masing Dedeng Trisulo asal Batuphat Barat, Kota Lhokseumawe, yang meninggal akibat acute myocardial infarction atau serangan jantung akut, serta Busra Bustamam Jamil asal Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, yang wafat akibat septic shock, acute respiratory failure, dan gastrointestinal hemorrhage.
Selain itu, Razali Mahmud Ben asal Kota Langsa meninggal dunia pada 15 Juni 2026 dengan sejumlah komplikasi penyakit, antara lain acute coronary syndrome, chronic ischemic heart disease, congestive heart failure, diabetes melitus tipe II, serta abses kelenjar ludah.
Sementara itu, Muhammad Yusuf asal Samalanga, Kabupaten Bireuen, wafat pada 14 Juni 2026 akibat hypovolaemic shock.
Jemaah lainnya yang wafat di Tanah Suci, yakni Nurdin Ali asal Geumpang Tiga, Kabupaten Pidie, meninggal pada 5 Juni 2026 karena cardiogenic shock yang disertai pneumonia.
Mahdi Muhammad Sufi asal Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, wafat pada 3 Juni 2026 akibat penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease.
Pada 31 Mei 2026, dua jemaah Aceh juga dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh asal Cot Sukon, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, yang wafat akibat cardiogenic shock dan pneumonia, serta Sulasry Abdul Gani asal Peusangan Timur, Kabupaten Bireuen, yang meninggal karena cardiogenic shock.
Selanjutnya, Aminah Ahmad asal Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, meninggal pada 30 Mei 2026 akibat acute decompensated congestive heart failure.
Siti Salmijah asal Meunasah Kayee Raya, Kabupaten Pidie Jaya, wafat pada 28 Mei 2026 karena congestive heart failure.
Dua jemaah lainnya yang meninggal pada 26 Mei 2026 yakni Maimunah Yusuf Ali asal Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, akibat acute decompensated congestive heart failure, serta Nurwaida Muhammad Yusuf asal Samalanga, Kabupaten Bireuen, yang wafat karena cardiogenic shock.
“Kebanyakan penyebab wafatnya jemaah haji Aceh tahun ini didominasi gangguan jantung, gagal jantung, syok kardiogenik, gangguan pernapasan, serta komplikasi berbagai penyakit kronis yang diderita jemaah,” ungkap Arijal Sabtu (20/06/2026).(TH05)













