Blangpidie. RU – Penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (13/06/2026) malam, tidak hanya menjadi ajang pemberian apresiasi kepada generasi Qur’ani, tetapi juga momentum sosialisasi penguatan syariat Islam melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 41 Tahun 2025.
Camat Manggeng, Ridhawiyardi atau Ridha, menegaskan implementasi Perbup tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Ada tiga poin utama yang ditekankan untuk segera diterapkan, yaitu, penghentian total seluruh aktivitas selama 15 menit menjelang waktu shalat, kewajiban melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushala bagi kaum laki-laki, dan mensyiarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an di ruang publik dan rumah warga sejak ba’da Maghrib hingga menjelang waktu Isya,” kata Ridha.
Selain itu, Ridha juga menyampaikan rencana penerapan aturan jam malam bagi pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda.
“Kita ingin memastikan anak-anak kita berada di tempat yang aman pada malam hari, fokus belajar, dan terhindar dari pergaulan yang tidak produktif,” ujarnya.
Ia turut mengimbau seluruh gampong di Kecamatan Manggeng untuk menghidupkan kembali organisasi remaja masjid sebagai wadah pembinaan karakter dan keagamaan bagi generasi muda.
“Langkah ini kita nilai krusial, agar generasi muda memiliki wadah positif untuk lebih mencintai Al-Qur’an,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Ridha menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Abdya, para donatur, LPTQ tingkat kabupaten dan kecamatan, panitia pelaksana, serta seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ.
Kepada para pemenang, ia berpesan agar tetap rendah hati dan terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi MTQ tingkat yang lebih tinggi.
“Kita berdoa bersama, semoga perwakilan Manggeng nantinya mampu mengharumkan nama Abdya di MTQ Tingkat Provinsi Aceh tahun 2027, di mana kabupaten kita akan menjadi tuan rumah,” ucapnya.
Sementara kepada peserta yang belum berhasil meraih prestasi, Ridha meminta agar tidak berkecil hati dan tetap berkontribusi dalam syiar Islam di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap seluruh alumni peserta MTQ dapat menjadi motor penggerak penguatan agama, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas,” pungkas Ridha.(T018)













