Illiza: Masyarakat Butuh Arah dan Nilai di Tengah Perubahan Zaman

Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal saat peluncuran program Dakwah Umum Kolaborasi, di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh. Rabu 10 Juni 2026 [Dok. Prokopim Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Di tengah derasnya perubahan zaman dan perkembangan teknologi, Pemerintah Kota Banda Aceh meluncurkan program Dakwah Umum Kolaborasi sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keislaman dan membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Program tersebut diluncurkan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal di Taman Bustanussalatin (Taman Sari), Selasa (09/06/2026) malam.

Pada pergelaran perdana bertajuk Seuramoe Hatee itu, Pemko Banda Aceh menghadirkan Syeikh Reza Abdul Jabbar dan Ustadzah Khadijah Peggy Melati Sukma.

Ribuan warga tampak memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan dakwah memiliki peran penting dalam menjaga arah kehidupan masyarakat, terutama bagi generasi muda dan keluarga.

“Dakwah adalah ikhtiar agar generasi muda memiliki teladan, agar keluarga memiliki pegangan, dan agar masyarakat tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang begitu cepat,” ujarnya.

Menurut Illiza, dakwah saat ini tidak bisa dijalankan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari ulama, generasi muda, komunitas dakwah, kreator digital, hingga para pendidik, seniman, dan pelaku usaha.

“Melalui dakwah kolaborasi, kita ingin mempertemukan seluruh potensi tersebut dalam satu semangat yang sama, yaitu menghadirkan lebih banyak kebaikan bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan program tersebut sejalan dengan visi Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi, di mana menjaga nilai-nilai Islam bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau ulama, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Illiza juga mengingatkan bahwa meski Banda Aceh memiliki banyak fasilitas dan ruang dakwah, nilai-nilai keislaman tetap harus dirawat dan dipelajari secara berkelanjutan.

“Manusia tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik. Manusia juga membutuhkan arah. Membutuhkan nilai. Membutuhkan ruang untuk saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujar Illiza.(R015)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...