Kualasimpang. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memberangkatkan 64 warga ke Kota Medan, Sumatera Utara, untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi melalui program Skill Development Center (SDC).
Kegiatan berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan.
Pelatihan tersebut terdiri atas bidang bakery sebanyak 32 peserta selama 25 hari, menjahit 16 peserta selama 26 hari, serta operator drone yang diikuti 16 peserta selama 26 hari.
Bupati Aceh Tamiang, Drs Armia Pahmi MH, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mengubah pola pikir masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

“Pemerintah Daerah akan selalu hadir untuk menjembatani kebutuhan antara dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat. Kegiatan ini tidak berhenti hanya sebatas pelatihan saja, akan tetapi mencakup sertifikasi hingga penempatan kerja atau pemberian modal usaha,” ujar Armia Pahmi saat membuka kegiatan di Aula Setdakab, Jumat (22/05/2026).
Menurut dia, program tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan taraf hidup.
“Kepada adik-adik peserta pelatihan berbasis kompetensi, saya berpesan: pertama, tetap semangat dalam mengikuti pelatihan ini, manfaatkan peluang dan kesempatan yang telah diberikan sehingga dapat diimplementasikan setelah pelatihan selesai. Kedua, teruslah membekali dan mempersiapkan diri dengan pengetahuan, keterampilan dan keahlian serta jangan lupa untuk beribadah kepada Allah SWT,” katanya.
Armia berharap program SDC dapat menjadi solusi dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, mengurangi pengangguran, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang, Rafei, menyebutkan pelatihan tersebut menjadi wadah bagi pencari kerja maupun calon wirausahawan agar mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
Ia mengatakan angka pengangguran di Aceh Tamiang saat ini mencapai 11.088 orang atau sekitar 6,95 persen.
“Pada hari ini peserta yang ikut sebanyak 64 orang yaitu peserta pelatihan tujuan dimulai pada tanggal 25 Mei sampai dengan tanggal 18 Juni. Untuk latihan menjahit dimulai pada tanggal 2 Juni sampai dengan 2 Juli, sementara untuk latihan operator drone masih menunggu jadwal dari Balai Besar Pelatihan Vokasi komunitas Medan,” ujar Rafei.
Rafei berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan secara serius agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan setelah program selesai.
“Program ini memang ditargetkan untuk menekan angka pengangguran dan membekali generasi muda dengan kompetensi kerja bersertifikat, sehingga mereka siap menghadapi persaingan global maupun menjadi wirausahawan pencipta lapangan kerja baru,” tutupnya.(S011)














