Yerussalem. RU – Pemerintah Provinsi Yerusalem, Palestina mengungkapkan bahwa Israel berusaha mengambil paksa 20 properti di lingkungan Bab al-Silsila yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa.
“Area yang ditargetkan mencakup antara 15 sampai 20 properti Palestina, termasuk bangunan dan wakaf Islam yang berasal dari periode Ayyubid, Mamluk, dan Ottoman,” ujar pejabat Pemerintah Provinsi Yerusalem, dikutip Minggu (17/05/2026).
Pernyataan itu menjelaskan bahwa lingkungan Bab al-Silsila adalah salah satu pintu masuk terpenting menuju Masjid Al-Aqsa, dan penargetannya merupakan bagian dari upaya untuk memaksakan realitas Yahudi di dalam Kota Tua di Yerusalem Timur yang diduduki dan mengosongkan area di sekitar Al-Aqsa dari penduduk Palestina.
Pemerintah Provinsi Yerussalem memandang tindakan tersebut sebagai eskalasi kolonial berbahaya yang menargetkan jantung Kota Tua, membuka pintu bagi fase baru pengusiran paksa dan pengetatan kontrol atas properti bersejarah Palestina.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel dan asosiasi pemukiman telah mengintensifkan perebutan properti Palestina di Yerusalem Timur, khususnya di Kota Tua, Sheikh Jarrah, dan lingkungan Silwan, melalui perintah penggusuran dan klaim kepemilikan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganggap permukiman di wilayah Palestina yang diduduki ilegal dan memperingatkan bahwa hal itu merusak peluang solusi dua negara.
Organisasi hak asasi manusia Palestina dan Israel menuduh otoritas Israel menekan mereka untuk membatasi pembangunan Palestina di Yerusalem Timur sekaligus memperluas permukiman ilegal di kota tersebut.
Warga Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Sedangkan Israel tetap bersikeras untuk menjadikan Yerusalem secara keseluruhan, sebagai ibu kota mereka.(TH05/Republika)














