BSI Tembus Top 5 Bank Nasional Usai Aset Rp460 Triliun

Gedung BSI The Tower. Selasa 12 Mei 2026. [Foto Dok : BSI/rahasiaumum.com]

Jakarta. RU – Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) pada Triwulan I 2026 ditopang lonjakan Tabungan Haji yang mendorong pertumbuhan nasabah dan dana pihak ketiga secara signifikan.

Jumlah nasabah Tabungan Haji tercatat mencapai 7,25 juta, dengan 1,2 juta di antaranya berasal dari generasi milenial dan Gen Z.

Sejak merger pada 2021, total nasabah BSI bertambah 9,26 juta dan pada awal 2026 meningkat menjadi 23,7 juta.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyebut tabungan sebagai motor utama pertumbuhan perseroan.

“Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,” kata Anggoro dalam paparan kinerja Triwulan I 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan juga ditopang Tabungan Payroll dan Tabungan Bisnis, seiring naiknya minat haji dari 286,4 ribu pendaftar pada 2023 menjadi 422,3 ribu pada 2025.

BSI mencatat pangsa pasar pendaftaran haji nasional naik dari 49,5 persen menjadi 53,6 persen pada 2025, atau setara 226,4 ribu pendaftar melalui BSI.

Pada 2026, sekitar 83,5 persen kuota keberangkatan berasal dari nasabah bank tersebut.

Kemudahan layanan digital melalui BYOND by BSI turut memperkuat pertumbuhan tersebut.

Dari sisi keuangan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18 persen (YoY) menjadi Rp376,8 triliun.

Dana murah (CASA) naik 21,36 persen menjadi Rp236,2 triliun, terdiri dari giro Rp71,7 triliun dan tabungan Rp164,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut mendorong total aset BSI mencapai Rp460,1 triliun per Maret 2026, sekaligus mengantarkan perseroan masuk jajaran lima besar bank nasional.

BSI juga membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1 persen (YoY).

Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho menyebut bisnis emas menjadi kontributor utama fee based income (FBI).

“Dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain,” ujarnya.

FBI tumbuh 22,98 persen menjadi Rp2,09 triliun, dengan kontribusi emas mencapai 33,69 persen atau Rp705 miliar, naik 125 persen.

Bisnis lain seperti treasury dan e-channel juga mencatat pertumbuhan.

Pembiayaan BSI naik 14,39 persen menjadi Rp329 triliun, didominasi segmen konsumer dan ritel sebesar 72,37 persen.

Kualitas pembiayaan terjaga dengan NPF gross 1,8 persen dan NPF net 0,38 persen.

Rasio keuangan juga membaik, dengan ROA 2,53 persen dan ROE 19,36 persen, didukung penurunan biaya dana ke 2,12 persen.

Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna menambahkan, BSI turut mendukung program pemerintah, termasuk pembiayaan MBG Rp198 miliar, penyaluran KUR kepada 17.732 nasabah, serta 894 rumah bersubsidi melalui FLPP dengan total pembiayaan perumahan Rp5,7 triliun.(*)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...