Plt Sekda Abdya: Sekolah Jadi Kunci Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan

Tampak Plt Sekda Abdya, Amrizal saat membuka Sosialisasi GPBLHS - Adiwiyata tahun 2026, di aula Hotel Leuser, Blangpidie. Selasa 12 Mei 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya), Amrizal, membuka Sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS)–Adiwiyata 2026 di Aula Hotel Leuser, Blangpidie, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah, madrasah, Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik), serta pengawas sekolah.

Dalam sambutannya, Amrizal menegaskan persoalan lingkungan hidup kini menjadi isu utama yang menentukan kualitas hidup masyarakat.

“Kita menyaksikan sendiri bagaimana perubahan iklim, kerusakan ekosistem, persoalan sampah, pencemaran air, hingga berkurangnya kawasan hijau menjadi tantangan nyata yang harus dijawab bersama,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah tidak hanya berfokus membangun infrastruktur fisik, tetapi juga perlu menumbuhkan kesadaran dan budaya masyarakat agar peduli terhadap lingkungan.

Ia menilai sekolah menjadi tempat paling tepat untuk memulai upaya tersebut.

“Sekolah bukan hanya ruang belajar membaca dan berhitung, tetapi adalah tempat membentuk cara berpikir, bersikap, dan memandang kehidupan,” kata Amrizal.

Ia menjelaskan, pembiasaan menjaga lingkungan sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.

“Ketika anak-anak sejak dini dibiasakan menjaga kebersihan, menghemat energi, mencintai tumbuhan, mengelola sampah, dan memahami pentingnya keseimbangan alam, maka sejatinya kita sedang menanam investasi peradaban untuk masa depan daerah ini,” ujarnya.

Amrizal menambahkan, program Adiwiyata tidak sekadar kegiatan seremonial atau perlombaan penghargaan, melainkan gerakan moral dan pendidikan karakter yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.(T018)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...