PT BSM Sebut Tuntutan Warga Cepu Bersifat Intimidatif

Di bawah pengawalan personel Polsek Penanggalan, Humas PT Bensuli Makmur, Netap Ginting temui warga Cepu yang melakukan aksi. Selasa 12 Mei 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/MB017]

Subulussalam. RU – Humas PT Bensuli Salam Makmur (BSM), Netap Ginting, menilai tuntutan warga Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam tidak masuk akal serta mengarah pada tindakan intimidatif yang dinilai merugikan operasional perusahaan dan keberlangsungan kerja ratusan karyawan.

“Kalau tindakan daripada memaksakan diri itu sama dengan pungli. Kita harus sesuai dengan kemampuan dan taat terhadap aturan Kanun CSR di Kota Subulussalam,” kata Netap saat menemui warga yang beraksi, Selasa (12/05/2026).

Di bawah pengawalan Polsek Penanggalan, ia menyebut perusahaan hanya mampu menyalurkan bantuan Rp2 juta per bulan untuk kelompok warga, jauh dari angka yang disebutkan dalam tuntutan.

Netap juga menyesalkan aksi penghadangan kendaraan logistik yang berdampak pada proses penggajian 29 karyawan tetap serta ratusan pekerja lepas di perusahaan tersebut.

Tudingan itu dibantah Kepala Dusun Suka Maju, Arpiandi Bancin alias Ucok.

Ia menegaskan aksi warga murni bentuk protes atas kondisi yang dirasakan selama tiga tahun terakhir, termasuk perbaikan jalan yang dilakukan secara swadaya tanpa dukungan perusahaan.

Ucok juga menyebut isu permintaan Rp3 juta per bulan merupakan klaim sepihak pihak perusahaan yang dinilai sebagai upaya pengalihan dari persoalan utama, yakni dugaan pencemaran lingkungan di Desa Cepu.

Aksi yang berlangsung tegang tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Warga mengancam akan menggelar aksi lanjutan apabila perusahaan tidak menindaklanjuti tuntutan serta mengabaikan arahan pemerintah daerah terkait perbaikan dampak lingkungan.(MB017)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...