Subulussalam. RU – Puluhan warga Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, mendatangi gerbang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Bensuli Salam Makmur (BSM), Selasa (12/05/2026), untuk menuntut penanganan polusi udara dan tata kelola limbah yang dinilai mengganggu permukiman selama tiga tahun terakhir.
Aksi tersebut sempat memanas karena warga menilai operasional perusahaan mengabaikan kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
Mereka juga menyoroti janji perbaikan yang disebut belum direalisasikan meski sebelumnya telah dimediasi pemerintah daerah.
Kepala Dusun Suka Maju, Arpiandi Bancin alias Ucok, menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penanganan limbah cucian pabrik yang meluber ke area warga serta peninggian cerobong asap untuk mengurangi polusi abu di permukiman.
Ucok menilai perusahaan tidak menunjukkan itikad baik terhadap kesepakatan yang pernah dibuat bersama pemerintah daerah.
“Tingkat Walikota saja berani perusahaan ini ingkari, apalagi kami di sini. Janjinya satu minggu untuk memarit tapal batas dan memperbaiki cerobong, tapi sampai sekarang diingkari!” kata Ucok.
Warga juga mempertanyakan kesesuaian informasi dalam surat perusahaan kepada pemerintah desa dengan kondisi di lapangan terkait kontribusi perusahaan kepada masyarakat.
Sementara itu, Humas PT Bensuli Salam Makmur, Netap Ginting, mengatakan perusahaan telah menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, termasuk membantu warga terdampak gizi buruk.
Terkait keluhan polusi udara, Netap menyebut hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Subulussalam menyatakan emisi cerobong asap pabrik masih berada dalam batas wajar.(MB017)














