Soal Jaminan Kesehatan, Mirwan MS Tekankan Prinsip Kemanusiaan

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS saat memberi keterangan kepada awak media. Minggu 10 Mei 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/*]

Aceh Selatan. RU – Di tengah munculnya keluhan masyarakat terkait administrasi jaminan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menegaskan pelayanan medis bagi warga tidak boleh terhambat persoalan status desil maupun kepesertaan.

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengutamakan penanganan pasien dibanding urusan administrasi.

“Tidak ada istilah desil-desilan dulu. Utamakan kemanusiaan, proses administratif bisa belakangan. Utamakan kesehatan warga dulu karena itu kewajiban rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan terhadap rakyat,” kata Mirwan, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Minggu (10/05/2026).

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin ada warga terlantar atau tertunda memperoleh penanganan medis hanya karena persoalan data desil maupun status kepesertaan jaminan kesehatan.

Menurut Mirwan, masyarakat yang seharusnya masuk kategori desil 1 hingga 5, tetapi tercatat pada desil 8 sampai 10, tetap harus mendapatkan layanan kesehatan sampai proses perbaikan data selesai dilakukan.

Selain itu, ia meminta seluruh fasilitas kesehatan di Aceh Selatan tetap melayani pengguna Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), termasuk warga kategori desil 8 hingga 10.

Mirwan menilai JKA merupakan hak dasar masyarakat Aceh yang selama ini menjadi fondasi pelayanan kesehatan sebelum diadopsi pemerintah pusat melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia juga meminta tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, dan petugas pelayanan di puskesmas agar tidak mempersulit warga yang datang berobat, terutama pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan darurat.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...