Banda Aceh.RU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah pengangguran meningkat tajam dan puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan per Februari 2026.
Tren negatif ini terlihat jelas dari perbandingan data tahun lalu (year-on-year). Jumlah pengangguran di Aceh membengkak sebanyak 7.430 orang dibandingkan Februari 2025.
Di sisi lain, angka penduduk yang bekerja justru merosot tajam hingga 55.340 orang dalam periode yang sama.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Aceh kini menyentuh angka 5,88 persen.
Data ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar lima hingga enam orang yang tidak memiliki pekerjaan.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 5,88 persen. Artinya, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar lima sampai enam orang penganggur,” ujar Agus Andria, dikutip Kamis (07/05/2026).
Saat ini, total penduduk bekerja di Aceh berada di angka 2,5 juta orang, sementara jumlah pengangguran telah menembus 156 ribu orang.
Sektor pertanian masih menjadi tumpuan utama dengan menyerap 41,39 persen tenaga kerja, disusul oleh sektor perdagangan dan pendidikan.
Namun, Agus menyebutkan lapangan kerja di Aceh didominasi oleh sektor informal. Tingginya angka pekerja informal mencerminkan kerentanan ekonomi masyarakat terhadap guncangan pasar kerja.
“Struktur ketenagakerjaan kita masih didominasi sektor informal yang mencapai 64,15 persen, jauh lebih besar dibandingkan sektor formal,” pungkas Agus.(TH05)














