Pertamina Tertibkan Bangunan Pascabanjir di Area Sumur SP 13 Aceh Tamiang

Pertamina EP Rantau Field saat penertiban bangunan pascabanjir pada area Sumur SP 13, Desa Kota Lintang, Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Senin 4 Mei 2026. [Foto Dok : Pertamina EP Rantau Field/rahasiaumum.com]

Kualasimpang. RU – Pertamina EP Rantau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, menertibkan bangunan lama serta tenda yang didirikan warga pascabanjir di area Sumur SP 13, Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Sejumlah bangunan diketahui berdiri di atas jalur pipa transmisi, yang termasuk kawasan berisiko tinggi.

Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan banyak warga mendirikan tempat tinggal sementara di sekitar sumur dan aliran pipa setelah banjir melanda.

Kondisi itu mendorong perusahaan melakukan sosialisasi agar pembongkaran dilakukan secara mandiri.

”Pasca banjir tidak sedikit warga yang mendirikan tenda hingga bangunan di atas lahan yang dekat dengan sumur dan aliran pipa. Padahal kawasan itu bertekanan tinggi, sehingga kami melakukan sosialisasi dan mengedukasi warga agar membongkar sendiri bangunan dan tenda demi keselamatan jiwa dan raga warga,” ujarnya seperti diberitakan rahasiaumum.com, Selasa (05/05/2026).

Pendekatan dialogis dan persuasif diterapkan selama proses sosialisasi.

Warga kemudian bersedia membuat pernyataan tertulis untuk membongkar bangunan secara sukarela.

Petugas keamanan turut membantu mensterilkan area berisiko tinggi sehingga penertiban berlangsung cepat dan kondusif.

“Kami mengapresiasi warga yang dengan sukarela membongkar sendiri tenda maupun bangunan demi keamanan bersama,” kata Tomi.

Ia menegaskan penertiban dilakukan murni demi keselamatan.

Ketentuan jarak aman telah diatur dalam Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2021 tentang instalasi pipa penyalur dan transmisi gas bumi, yang melarang pendirian bangunan di luar radius aman karena potensi bahaya tinggi.

“Keamanan dan keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Kami berkomitmen untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang jarak aman dari jalur pipa,” ujarnya.(S011)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...