Aceh Besar. RU – Transformasi pembinaan terus dilakukan Lapas Kelas III Lhoknga, Aceh Besar, dengan menghadirkan lebih dari 30 program kemandirian warga binaan dalam satu tahun terakhir sebagai upaya membangun lembaga pemasyarakatan yang humanis dan produktif.
Kepala Lapas Kelas III Lhoknga Husni menyampaikan hal tersebut pada peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang untuk pertama kalinya digelar secara mandiri di masing-masing unit pelaksana teknis.
“Ini adalah bentuk rasa syukur atas pengabdian kepada masyarakat dan negara. Dukungan dari semua pihak membuat berbagai program pembinaan yang kami jalankan selama ini berjalan dengan baik,” kata Husni, Senin (27/04/2026).
Program yang dijalankan meliputi produksi roti, depot air minum, barbershop, serta kegiatan pertanian dan perikanan untuk membekali keterampilan warga binaan.
Ia menyebut pembinaan tersebut turut memberi dampak ekonomi bagi keluarga warga binaan.
“Bahkan ada warga binaan yang mampu membantu ekonomi keluarga dari dalam Lapas. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan benar-benar berdampak,” ungkapnya.
Husni menegaskan kondisi keamanan tetap kondusif serta komitmen bebas narkoba dan pungutan liar.
Saat ini terdapat 271 warga binaan di Lapas Lhoknga dengan perkembangan pembinaan yang dinilai positif.
Ke depan, pihaknya berencana memperluas kerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh untuk membuka akses pendidikan formal bagi warga binaan.
Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk perwakilan Kanwil Ditjenpas Aceh, Forkopimda Aceh Besar, dan mitra Lapas Lhoknga.(IA03)














