Sinabang. RU – Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Simeulue, mengajukan bantuan sejuta bibit tanaman cengkeh untuk mengembalikan kejayaan Pulau Simeulue sebagai penghasil cengkeh.
“Kami mengajukan bantuan sejuta bibit cengkeh, baik kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Kami berharap bantuan tersebut terealisasi karena Pulau Simeulue pernah menjadi sentra produksi cengkeh di Provinsi Aceh,” kata Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Simeulue Syuhelmi dikutip Rabu (22/04/2026).
Menurut Syuhelmi, apabila usulan bantuan tersebut diterima, maka akan ditanam di lahan seluas 8.230 hektare untuk rehabilitasi dan pengembangan lahan baru penanaman cengkeh di wilayah itu.
“Bibit cengkah yang kami usulkan jenis zamzibar dan bibit lokal. Bantuan bibit ini kami ajukan untuk mengembalikan Pulau Simeulue sebagai penghasil cengkeh,” katanya.
Syuhelmi mengatakan tanaman cengkeh yang ada saat ini di Kabupaten Simeulue mencapai 16.026 hektare.
Dari luas lahan tersebut, seluas 8.602 hektare di antaranya dengan kondisi tanaman yang telah rusak.
“Sedangkan tanaman cengkeh yang masih produktif dengan mencapai luas 5.400 hektare. Selebihnya, dengan kondisi tanaman kurang produktif,” katanya.
Seperti diketahui, sejak dulu Pulau Simeulue dikenal sebagai pulau cengkeh, dan pada periode 80-an banyak warga di wilayah itu menikmati kesuksesan dari sektor perkebunan cengkeh.
Namun, memasuki periode 90-an, julukan pulau cengkeh untuk Pulau Simeulue memudar seiring anjloknya harga cengkeh nasional.(TH05)














