4.281 Bidang Tanah Wakaf di Aceh Rawan Sengketa

Tanah Wakaf
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh, Selasa, 14 April 2026. Foto: (Kemenag Aceh)

Banda Aceh. RU – Sebanyak 4.281 bidang tanah wakaf di Aceh saat ini dalam kondisi rawan sengketa karena belum memiliki kepastian hukum atau sertifikat resmi. 

Merespons ancaman tersebut, Kejaksaan Tinggi Aceh, Kanwil BPN Aceh, dan Kanwil Kemenag Aceh sepakat membentuk tim terpadu untuk mengebut legalitas aset umat yang selama ini terbengkalai.

Langkah ini diambil menyusul anjloknya tren sertifikasi pada tahun 2025 yang hanya mencapai 224 bidang, padahal pada tahun sebelumnya sempat menyentuh angka 1.282 sertifikat.

Untuk tahun 2026, tim menargetkan minimal 304 bidang tanah prioritas segera tuntas guna membentengi aset dari klaim pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Yudi Triad menegaskan bahwa ketiadaan sertifikat seringkali membuat posisi nazir (pengelola) lemah saat berhadapan dengan gugatan di pengadilan.

“Pengadilan harus memutus berdasarkan fakta yuridis. Jika penerima wakaf tidak punya bukti tertulis, hakim mau tidak mau harus memenangkan penggugat. Sertifikasi ini adalah kunci mengamankan harta benda wakaf,” tegas Yudi, Rabu (15/04/2026).

Guna memangkas birokrasi, Kemenag Aceh akan mengerahkan petugas KUA dan penyuluh agama ke lapangan untuk membantu para nazir melengkapi dokumen tanpa harus menunggu laporan masuk.

“Dulu nazir yang melapor, sekarang kita yang datangi mereka agar proses administrasi tidak lagi dianggap sulit. Kepastian hukum ini juga pintu masuk untuk mengelola wakaf secara produktif,” ujar Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...