Aceh Besar. RU – Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Besar untuk memperkuat sinergi riset dan pemerintah daerah di sektor kelautan, Jumat, 10 April 2026.
Kunjungan yang dipimpin Dini Purbani itu menjadi bagian eksplorasi pengetahuan lokal dalam pengelolaan tambak garam tradisional.
Rombongan disambut Pelaksana Tugas Kepala DKP Aceh Besar Makmun di Kota Jantho.
Makmun menyatakan pemerintah daerah telah berupaya meningkatkan kapasitas petambak, namun hasilnya belum optimal karena minimnya pendampingan berkelanjutan.
“Harapan kami, adanya inovasi yang aplikatif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Sabtu (11/04/2026).
Ia juga menyoroti keterbatasan kelompok usaha bersama (KUB) dalam mengakses permodalan akibat lemahnya tata kelola administrasi, sehingga pengembangan usaha terhambat.
Makmun berharap pertemuan tersebut menghasilkan program konkret.
“Ke depan, kami ingin melihat adanya pilot project atau program percontohan yang bisa langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran BRIN diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis ilmiah bagi berbagai persoalan di sektor tersebut.
Sementara itu, tim BRIN menyampaikan kunjungan bertujuan mengidentifikasi kebutuhan daerah sekaligus peluang riset yang sesuai dengan kondisi lokal, dengan menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam perumusan kebijakan.
Usai pertemuan, rombongan bersama DKP Aceh Besar meninjau sejumlah lokasi tambak garam di wilayah setempat.(*)














