Aceh Besar. RU – Infrastruktur dan sanitasi Pasar Ketapang II, Kecamatan Darul Imarah, kian memprihatinkan.
Jalan berlubang, drainase tersumbat, dan tumpukan sampah busuk dikeluhkan pedagang maupun warga sekitar.
Keuchik Gampong Lambheu, Drs. Lukhfandi, membenarkan kondisi kumuh tersebut.
“Informasi tersebut benar adanya dan kondisi saat ini sangat kumuh. Saya berencana segera berkoordinasi dengan pihak dinas terkait di Jantho untuk memperjelas peran keuchik dalam upaya penertiban Pasar Ketapang ini,” ujarnya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Minggu (05/04/2026).
Drainase pasar tidak berfungsi optimal. Saluran di bagian depan tersumbat total, sedangkan parit sisi samping dan belakang belum direnovasi sejak pembangunan pasar.
Akibatnya, genangan air muncul saat hujan deras, meluas hingga Perumnas sekitar lokasi.
Manajemen limbah menjadi persoalan utama. Pengelola hanya mengangkut sampah setiap dua hari sekali.
Pada libur Idul Fitri lalu, sisa potongan daging, ayam, ikan, dan sayuran menumpuk hingga lima hari.
“Akibatnya, muncul belatung di sekitar kontainer dan aroma bangkai menusuk hidung,” jelas Lukhfandi.
Bau menyebar ke Lorong Pinang, SD, TK, Mushola Krueng Daroy, Jalan Hadiah, MTs Ketapang II, SMA Tgk Chik Kuta Karang, dan warung Mie Bakso Syaqila sesuai arah angin.
Lukhfandi menyatakan pihaknya belum bisa bertindak jauh karena perlu mempelajari kontrak kerjasama Pemerintah Aceh Besar dengan pengelola pasar.
“Mudah-mudahan ke depan ada sinergi dengan pengelola untuk menertibkan kondisi ini demi kenyamanan bersama,” pungkasnya.(*)














