Aceh Besar. RU – Rencana pengukuhan dan pelantikan Imum Chiek Masjid Abu Indrapuri oleh Bupati Aceh Besar Muharram pada Kamis (02/04/2026) pukul 09.30 WIB memicu polemik di tengah masyarakat.
Ketegangan meningkat setelah beredarnya undangan kepada tokoh warga dan sejumlah dayah untuk menghadiri prosesi tersebut.
Sejumlah pihak menilai langkah itu berisiko karena proses pengaduan terkait mekanisme pengangkatan masih berlangsung di Ombudsman Republik Indonesia.
Kuasa hukum Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Abu Indrapuri, Advokat Nourman, menyatakan laporan telah diterima dan kini dalam tahap pemeriksaan.
Ombudsman disebut telah memeriksa pihak pengadu serta akan memanggil pihak terlapor, yakni Bupati Aceh Besar.
“Proses di Ombudsman sedang berjalan. Jika Bupati tetap melanjutkan pengukuhan tanpa menunggu hasil pemeriksaan, maka ini bentuk nyata pelecehan terhadap lembaga negara. Bupati memprovokasi masyarakat untuk rusuh,” ujar Nourman.
Ia menilai kebijakan tersebut memicu konflik sosial dan memperkeruh suasana di lingkungan keagamaan.
“Tindakan tersebut telah memecah belah masyarakat Aceh Besar serta menciptakan ketegangan di lingkungan keagamaan,” katanya.
Nourman juga meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah.
“Bupati melakukan provokasi masyarakat untuk rusuh. Saya minta Polda periksa dia. Kedudukannya sama seperti masyarakat biasa,” tegasnya.
Selain itu, ia mendesak Kementerian Dalam Negeri melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan kepala daerah tersebut, meski pihaknya belum menempuh jalur pelaporan resmi ke kementerian.
“Ini bukan sekadar persoalan pengangkatan, tetapi sudah menyentuh potensi konflik sosial. Ini adalah sikap intoleransi, sikap memaksakan kehendak dalam ibadah dengan cara melibatkan dayah. Ini agenda politik Muharram. Kami minta Polda dan Kemendagri memberi perhatian serius,” ujarnya.
Nourman turut mengimbau masyarakat agar tidak menghadiri kegiatan tersebut karena dinilai berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Kami berharap masyarakat tidak terlibat dalam situasi yang berpotensi menjadi adu domba. Ini bukan kepentingan umat, melainkan kepentingan pribadi,” katanya.(R015)














