Pemprov Dorong Penggunaan Bahasa Aceh di Ruang Publik

Suasana Rakor sektor kebudayaan sekaligus sosialisasi Instruksi Gubernur Nomor 5/Instr/2023. Rabu 12 Agustus 2026 [Dok. Biro Adpim Setda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah memperkuat upaya pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Aceh melalui rapat koordinasi sektor kebudayaan sekaligus sosialisasi Instruksi Gubernur Nomor 5/Instr/2023, Rabu (12/08/2026).

Kegiatan yang digelar Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Isra) itu diikuti sejumlah SKPA, Balai Bahasa Provinsi Aceh, perguruan tinggi, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan bahasa, aksara, dan sastra merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Aceh.

“Bahasa, aksara, dan sastra Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri serta kekayaan budaya masyarakat Aceh,” kata Muzakir.

Instruksi tersebut antara lain mendorong penggunaan Bahasa Aceh sedikitnya satu hari dalam sepekan, setiap Kamis, serta pemakaian Aksara Aceh atau Arab Jawi pada papan nama dan media informasi.

Muzakir meminta seluruh pihak mengevaluasi penerapannya sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan.

“Rapat koordinasi menjadi sangat penting untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pelaksanaan instruksi tersebut,” ujarnya.

Ia mengakui penggunaan Bahasa Aceh masih kuat di keluarga, masyarakat, adat, dan keagamaan.

Namun, globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta dominasi bahasa asing mulai memengaruhi penggunaannya, terutama di kalangan generasi muda.

“Kita tidak dapat menutup mata bahwa arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta semakin dominannya bahasa asing telah memengaruhi intensitas penggunaan Bahasa Aceh, terutama di kalangan generasi muda. Tanggung jawab ini bukan hanya pemerintah, melainkan juga keluarga, lembaga pendidikan, tokoh adat, budayawan, akademisi, pelaku usaha, media massa, hingga masyarakat luas,” ujarnya.(R10)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...