Sungai Meluap, Satu Desa di Gayo Lues Terendam Banjir

Banjir Gayo Lues
Sepeda motor melewati jembatan darurat yang dibangun untuk kembali menghubungkan akses jalur Aceh Timur-Gayo Lues, di Gampong Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. (Foto: Dok BNPB)

Blangkejeren. RU – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan Desa Pertik di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, kembali dilanda banjir luapan akibat hujan deras yang melanda kawasan tersebut sejak Rabu sore (01/04/2026).

“Hujan lebat menyebabkan meluapnya air sungai Aih Kulit yang merendam Desa Pertik dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa,” kata Kepala BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, Kamis (02/04/2026).

Akibat banjir tersebut, sejumlah bangunan mulai dari rumah warga, sekolah hingga fasilitas umum di sana terendam banjir serta lumpur.

“Beberapa bangunan yang terendam air dan lumpur, yaitu SMAN 1 Pining, mushala Desa Pertik, dan sepuluh unit rumah warga,” ujarnya.

Sejauh ini, tim BPBA masih terus membantu di lapangan, sementara untuk korban terdampak, hingga pengungsi masih dalam pendataan petugas.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan untuk korban terdampak, dan data pengungsi masih dalam pendataan,” katanya.

Hingga pagi tadi, air banjir luapan tersebut belum surut, dan untuk saat ini petugas BPBD Gayo Lues telah mengerahkan satu regu tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi banjir, serta melakukan pendataan.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...