Penunjukan Plt Dirut BAS, Dorong RUPS untuk Kepemimpinan Definitif

Penunjukan Plt Dirut BAS, Dorong RUPS untuk Kepemimpinan Definitif

Banda Aceh. RU – Juru Bicara (Jubir) Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe, Umar Hakim Ilhami, menyambut positif langkah Pemerintah Aceh dalam menunjuk M Hendra Supardi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Aceh Syariah (BAS).

Menurutnya, keputusan ini telah melalui kajian mendalam oleh Dewan Komisaris Bank Aceh Syariah dan merupakan langkah yang tepat untuk memastikan stabilitas serta profesionalisme di tubuh perbankan daerah.

“Rekam jejak M Hendra Supardi menunjukkan kapasitas dan independensinya dalam dunia perbankan. Ia bukan sosok yang terseret dalam dinamika politik praktis, sehingga layak diberikan kepercayaan penuh untuk membawa Bank Aceh Syariah ke tingkat yang lebih baik,” ujar Umar Hakim, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Laskar Panglima Nanggroe. Kamis, (20/02/2025).

Lebih lanjut, Umar Hakim menilai kepemimpinan Hendra Supardi selama menjabat sebagai kepala cabang menunjukkan karakter manajerial yang kuat.

Ia dikenal tidak hanya mengejar target bisnis semata, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi pengembangan Bank Aceh Syariah.

“Banyak rekan kerja dan bawahannya mengapresiasi gaya kepemimpinan beliau yang solutif dan progresif. Ini adalah kualitas leadership yang dibutuhkan Bank Aceh Syariah saat ini,” imbuhnya.

Sebaliknya, Umar Hakim menyoroti kepemimpinan Plt sebelumnya yang dinilai sarat kepentingan politik.

Menurutnya, kehadiran figur yang memiliki afiliasi politik kuat justru dapat menghambat perkembangan institusi keuangan daerah dan menggerus kepercayaan publik.

Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Aceh, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh), agar segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna menetapkan M Hendra Supardi sebagai direktur utama definitif.

“Kami berharap setelah pelantikan kepala daerah di 23 kabupaten/kota dan sekembalinya mereka dari retreat Akademi Militer, RUPS segera digelar. Ini penting agar Bank Aceh Syariah dapat bekerja dengan mekanisme yang jelas dan terhindar dari intervensi politik,” tegas Umar Hakim.

Ia optimistis di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh, Bank Aceh Syariah dapat berkembang lebih maju dan memainkan peran strategis bagi pembangunan ekonomi daerah, tanpa tersandera oleh kepentingan politik sesaat.

“Kita ingin melihat Bank Aceh Syariah menjadi institusi keuangan daerah yang independen, profesional, dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh, bukan sekadar alat kepentingan segelintir pihak,” pungkasnya.(S04)

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...