Banda Aceh. RU – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meluncurkan aplikasi ASN Mengaji sekaligus menutup rangkaian kegiatan Dialog Ramadan 1447 Hijriah di Aula Mawardy Nurdin, Gedung A Balai Kota Banda Aceh, Selasa (10/03/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Sejumlah mualaf yang berdomisili di Banda Aceh juga turut hadir.
Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi pelaksanaan Dialog Ramadan yang digelar sejak awal bulan suci di lingkungan pemerintah kota.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan nilai keislaman sekaligus refleksi bagi aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Illiza mengatakan peluncuran gerakan ASN Mengaji bertujuan membangun budaya Qurani di lingkungan birokrasi pemerintah daerah.
“Gerakan ini bukan sekadar kegiatan membaca Al-Qur’an, tetapi upaya membangun budaya Qurani di lingkungan birokrasi kita,” ujar Illiza.
Ia menambahkan, nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kita ingin Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan menjalankan amanah pekerjaan,” katanya.
Menurut Illiza, sebagai ibu kota Provinsi Aceh yang menerapkan syariat Islam, Banda Aceh terus memperkuat berbagai program penguatan nilai keislaman, termasuk di lingkungan pemerintahan.
Ia berharap gerakan tersebut melahirkan aparatur yang profesional sekaligus memiliki akhlak Qurani yang kuat.
Pada kesempatan itu, Kepala Bagian Pembangunan Setdako Banda Aceh M Ridha memaparkan sekaligus mendemonstrasikan penggunaan aplikasi ASN Mengaji kepada peserta.
Melalui modul yang tersedia, aparatur dapat melaporkan kegiatan membaca dan memahami Al-Qur’an secara mandiri, sementara pimpinan memantau secara sistematis.
Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur pemahaman ayat, rekapitulasi kegiatan, serta sistem monitoring yang transparan dan akuntabel.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiah yang disampaikan Ustadz Fahmi Sofyan.
Dialog Ramadan diharapkan memperkuat keimanan, kebersamaan, serta komitmen pengabdian aparatur kepada masyarakat dan Kota Banda Aceh.(TA019)














