Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 30 Sekolah di Pidie Jaya

Mendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti meninjau progres revitalisasi sekolah terdampak bencana di Pidie Jaya, Senin (09/03/2026). (Foto: ANTARA)

Meureudu. RU – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menuntaskan revitalisasi 30 unit sekolah terdampak banjir dengan alokasi anggaran Rp19,5 miliar tahun 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menyebutkan, untuk Kabupaten Pidie Jaya, Kemendikdasmen merevitalisasi  sebanyak 30 sekolah terdiri dari tiga unit PAUD, 16 SD, empat SMP, lima SMA, dan dua SMK.

Ia mengatakan sekolah-sekolah tersebut selain mendapatkan bantuan revitalisasi, juga mendapatkan bantuan peralatan, ada bantuan pemerintah untuk pembelian komputer, dan juga bantuan buku-buku, dan juga bantuan school kit.

Pada tahun 2025, program revitalisasi pendidikan di Aceh telah menjangkau 726 sekolah/satuan pendidikan dari berbagai jenjang dengan total anggaran sekitar Rp688,2 miliar. 

Program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga pendidikan nonformal. Jenjang pendidikan dasar menjadi penerima terbesar.

Terdapat 264 sekolah dasar (SD) yang mendapatkan bantuan revitalisasi, jenjang SMA 172 Satuan Pendidikan dan SMP 153 Satuan Pendidikan.

Menurut dia dengan adanya bantuan revitalisasi tersebut maka pemerintah dapat memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali pulih dan berjalan secara optimal di wilayah yang terdampak bencana. 

Ia menambahkan untuk revitalisasi sekolah di Pidie Jaya khususnya dan Aceh secara umum masih dalam proses dan ditargetkan dapat tuntas secepatnya.

Berdasarkan data, untuk kabupaten Pidie Jaya, sampai saat ini terdapat 72 Sekolah terdampak bencana yang telah menandatangani PKS program revitalisasi tahun 2026 dengan nilai Rp86,7 Miliar di mana 62 sekolah dilakukan secara swakelola dan sepuluh sekolah akan dikerjakan TNI AD.

“Lebih cepat lebih baik, karena sekarang sudah dimulai. Tadi seperti yang SD sudah mulai, SMA juga sudah mulai. Jadi kami targetkan kalau SD di tahun ajaran baru sudah selesai, maksimal itu, sehingga tahun ajaran baru sudah bisa digunakan. Untuk yang  (SMA) tahun depan baru bisa dimanfaatkan,” katanya.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *