Enam Ribu Pengungsi Ditargetkan Masuk Huntara Sebelum Lebaran

Pengungsi BM
Korban banjir dan longsor yang masih menempati lokasi pengungsian di Desa Tunyang, Kabupaten Bener Meriah. (Foto: ANTARA)

Banda Aceh. RU – Hingga saat ini dilaporkan masih terdapat enam ribu pengungsi akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh yang terjadi November 2025 lalu.

Pemerintah pusat menargetkan seluruh pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat itu sudah menempati Hunian Sementara (Huntara) sebelum  lebaran Idulfitri mendatang.

“Targetnya, sebelum Idul Fitri mereka sudah masuk ke Huntara atau menggunakan dana tunggu hunian. Yang tinggal di tenda hingga saat ini tinggal 6.000-an kalau tidak salah. Dari minggu lalu 11.000-an, sekarang tinggal 6.000-an,” kata Tito Karnavian usai meninjau lokasi Huntara di Pidie Jaya, Jumat 06 Maret 2026.

Tito menjelaskan bahwa ketersediaan Huntara secara umum mencukupi karena sedang dalam proses pembangunan oleh berbagai instansi seperti BNPB, Kementerian PU, hingga organisasi masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kekurangan fasilitas di wilayah Aceh Tamiang, namun pihak Danantara dan kementerian terkait telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan percepatan pembangunan.

 Dalam tinjauan tersebut, Mendagri juga menyoroti perbedaan karakter dan fasilitas dari empat jenis Huntara yang disediakan.

Ia mencatat adanya kelebihan dan kekurangan pada tiap model, mulai dari ketersediaan ranjang hingga akses toilet. 

Terkait keluhan warga mengenai suhu panas di dalam Huntara buatan BNPB, Tito berjanji akan melakukan evaluasi standar bangunan ke depannya.

“Soal keluhan plafon Huntara BNPB, akan disampaikan ke Kepala BNPB agar dibuatkan alasnya dan standarnya diperbaiki supaya tidak terlalu panas, meskipun saat ini sudah dibantu dengan kipas angin,” tambahnya.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *