Aceh Timur. RU – Konflik manusia dan satwa liar di Aceh Timur mendorong BKSDA Aceh dan Pemkab Aceh Timur membangun pagar kejut gajah sepanjang 79,92 kilometer di dua kecamatan paling rawan, Peunaron dan Serbajadi.
Camat Peunaron, Muhammad Ishak, menilai pagar listrik bertegangan rendah itu sebagai langkah konkret mitigasi konflik yang sudah menelan korban ternak dan gajah.
“Kita berharap langkah ini menjadi dorongan untuk mendukung program mitigasi satwa melalui Call Center dan Posko Pengaduan Konflik Satwa,” ujar Ishak, Kamis (12/02/2026).
Pagar akan melintasi Gampong Sri Mulya, Arul Pinang, Peunaron Baru, Bunin, dan Arul Duren.
Infrastruktur ini diproyeksikan sebagai respons jangka panjang atas insiden Agustus 2025, termasuk kematian gajah di Arul Pinang dan serangan harimau terhadap ternak warga.
Muhammad Ishak menekankan, posko yang berpusat di Kantor Camat Peunaron berperan sebagai sentral pelaporan cepat agar penanganan konflik lebih terkoordinasi.
Ia menambahkan, efektivitas pagar tergantung perawatan bersama dan keterlibatan masyarakat.
“Tanpa pengawasan warga, pagar bisa berubah menjadi proyek simbolik,” tegasnya.
Bagi petani setempat, pagar kejut menjadi harapan agar ladang aman dari perusakan satwa liar, sekaligus menjaga koridor gajah agar tidak terfragmentasi.(*)














