Pidie Jaya. RU – Dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November 2025 mengakibatkan lebih dari 17.000 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan beragam.
Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, sebanyak 11.295 unit tercatat rusak ringan, 3.570 bangunan masuk kategori sedang, sementara 2.889 rumah dilaporkan rusak berat hingga hilang.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menyebutkan, korban dengan kerusakan berat akan difasilitasi hunian sementara atau Dapur Tinggal Hunian bagi warga yang tidak memilih opsi huntara.
“Total kebutuhan huntara sebanyak 1.257 unit, yang telah dibangun 848 unit, masih kekurangan 427 unit lagi. Huntara ini diperuntukkan untuk korban yang rumahnya rusak berat atau hilang,” ujar Sibral Malasyi, Senin (02/02/2026).
Sementara itu, pemerintah daerah memberikan bantuan biaya pembersihan kepada pemilik rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang.
“Untuk rusak ringan, biaya pembersihan yang diberikan sebesar Rp 15 juta per rumah, dan rusak sedang Rp 30 juta,” katanya.
Ia menambahkan, dana bantuan akan ditransfer langsung ke rekening penerima, disertai dukungan tenaga pembersihan dari pemerintah kabupaten.
“Meski mendapat biaya pembersihan, Pemkab Pidie Jaya juga akan membantu membersihkan rumah-rumah warga,” pungkasnya.(*)














