Hampir Dua Bulan Pascabencana, Puluhan Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir

Rakit penyeberangan darurat yang ditumpangi Wagub Aceh Fadhlullah saat mengunjungi daerah terisolir, terbalik di sungai Pameu, Aceh Tengah, Minggu (21/12/2025). [Foto Dok : warga/rahasiaumum.com]

Takengon. RU – Hampir dua bulan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025, sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan masih terisolir.

Kerusakan jalan dan jembatan belum sepenuhnya tertangani, sehingga ribuan warga masih mengalami keterbatasan akses dan mobilitas.

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyebutkan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, desa-desa terisolir tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.

“Total penduduk terdampak mencapai 10.914 jiwa. Hingga saat ini masih ada 24 desa yang akses jalannya belum dapat dilalui secara normal,” kata Murthalamuddin pada Kamis, 15 Januari 2026.

Di Kecamatan Bintang, satu desa yang masih terisolir adalah Desa Serule dengan jumlah penduduk terdampak 582 jiwa.

Akses menuju desa tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor yang menutup badan jalan.

Sementara itu, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah desa terisolir terbanyak. Sembilan desa terdampak meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah, dengan total penduduk terdampak mencapai 4.951 jiwa.

“Sebagian desa sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, seperti Desa Serempah dan Bah. Namun, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Silih Nara. Dua desa, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, masih terisolir dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 254 jiwa.

Akses menuju kedua desa tersebut tidak dapat dilalui baik roda dua maupun roda empat akibat putusnya Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit.

Di Kecamatan Rusip Antara, terdapat lima desa yang masih terisolir, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik, dengan total penduduk terdampak mencapai 2.765 jiwa.

Sementara itu, tujuh desa di Kecamatan Linge juga dilaporkan masih terisolir, meliputi Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang.

Jumlah penduduk terdampak di wilayah ini mencapai 2.362 jiwa.

“Keterisolasian umumnya disebabkan putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah titik jalan. Akses kendaraan roda dua baru bisa mencapai Desa Penarun dan Umang, sementara roda empat masih belum dapat melintas,” ujarnya.(TH05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *