Polisi Dorong Dialog Humanis di Wilayah Industri Nagan Raya

Suasana sosialisasi pencegahan konflik sosial di kawasan industri dan pertambangan guna menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat, di Aula Polres Nagan Raya. Selasa 13 Januari 2026. [Foto Dok : Polres Nagan Raya/rahasiaumum.com]

Nagan Raya. RU – Polres Nagan Raya menggelar sosialisasi pencegahan konflik sosial di kawasan industri dan pertambangan guna menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat, Selasa (13/01/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Bharadaksa Polres Nagan Raya dan dibuka Kapolres AKBP Dr. Benny Bathara.

Sosialisasi bertujuan memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah dengan berlandaskan regulasi hukum agar potensi gesekan sosial dapat diantisipasi sejak awal.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Polres Nagan Raya, unsur kecamatan, perwakilan perusahaan, keuchik, serta ketua pemuda desa Ring 1 pertambangan, termasuk perwakilan PT Bara Energi Lestari dan PT Tata Bara Utama.

Kabag Ops Polres Nagan Raya Kompol Rafi Darmawan menyampaikan bahwa pencegahan konflik merupakan langkah strategis untuk menjaga kamtibmas.

Ia menegaskan peran Polri dalam pengamanan objek vital serta pengendalian unjuk rasa berdasarkan analisis intelijen.

Kasat Intelkam Polres Nagan Raya Iptu Said Iskandar menjelaskan potensi konflik yang kerap muncul di wilayah pertambangan meliputi persoalan agraria, lingkungan, ketenagakerjaan, dan ekonomi.

Upaya pencegahan dilakukan melalui mediasi, negosiasi, pendekatan adat, hingga arbitrase.

“Jalur hukum merupakan langkah terakhir apabila terjadi tindakan anarkis, perusakan aset, atau premanisme,” ujarnya, seraya mengingatkan sanksi pidana dalam KUHP dan Pasal 162 Undang-Undang Minerba.

Perwakilan PT Bara Energi Lestari mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap penyelesaian persoalan ke depan dilakukan secara dialogis serta humanis tanpa aksi unjuk rasa.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah keuchik menyampaikan aspirasi terkait katering dan prioritas tenaga kerja lokal.

Menanggapi hal itu, perusahaan menyatakan komitmen menyusun kesepakatan bersama dengan tetap mengutamakan masyarakat Ring 1.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan penandatanganan kesepakatan antara perusahaan, keuchik, dan ketua pemuda lima desa terkait penyediaan bahan baku makanan guna mencegah konflik di masa mendatang.

Polres Nagan Raya menegaskan akan terus mengedepankan langkah preventif dan preemtif demi menjaga keamanan serta keharmonisan di wilayah industri strategis.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *