BKSDA Ambil Tulang dan Gading Gajah di Meureudu

BangkaiGajah
Bangkai gajah sumatra yang mati di daerah bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (29/11/2025). (Foto: akun FB Anggoro)

Meureudu. RU – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengambil tulang belulang dari sisa bangkai gajah yang mati dan sempat dikeluhkan warga karena dibiarkan membusuk di antara tumpukan kayu pascabanjir di kawasan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan, pengambilan tulang belulang dan sisa-sisa organ satwa dilindungi tersebut guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Kami akan relokasi tulang belulang dan sisa-sisa organ gajah yang ditemukan mati akibat banjir akhir November 2025. Bangkai gajah tersebut ditemukan di kawasan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya,” katanya dikutip Jumat (09/01/2026).

Sebelumnya, kata Ujang Wisnu Barata, BKSDA Aceh menerima informasi dari Keuchik (kepala desa) Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, terkait penemuan gajah mati terbawa banjir, pada 28 November 2025.

“Bangkai gajah tersebut ditemukan di sekitar pemukiman penduduk di Dusun Pante Geulima, Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya,” kata Ujang Wisnu Barata.

Menindaklanjuti informasi tersebut, BKSDA Aceh berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya.

“BKSDA kemudian mengerahkan tiga personel, termasuk dokter hewan dibantu empat personel Polres Pidie Jaya mencapai lokasi bangkai gajah pada hari berikutnya,” kata Ujang Wisnu Barata.

Hasil pemeriksaan bangkai, kata dia, tidak ditemukan luka di tubuh gajah jantan berumur 10 tahun itu, namun sepasang gadingnya patah.

Bangkai gajah itu ditemukan tertimbun lumpur dan puing-puing kayu di lokasi banjir bandang.

“Saat itu, tidak ada alat berat yang tersedia, sehingga penanganan darurat awal pada bangkai hanya dengan menyeterilkan lokasi dan menutupinya dengan lumpur dan serpihan kayu,” katanya.

Kondisi bangkai gajah tersebut kemudian mengalami pembusukan hingga diprotes warga karena menebarkan bau busuk menyengat.

Petugas sempat kembali ke lokasi itu hanya untuk mengambil patahan gading, namun bangkainya dikubur seadanya dengan .

“Saat itu, petugas mengamankan sepasang gading dengan ukuran kiri sepanjang 38 centimeter dan kanan sepanjang 36 centimeter. Diameter pangkal dan ujung masing-masing gading 18 centimeter dan 17 centimeter,” katanya.

Tim BKSDA dan Polres Pidie Jaya, baru kembali lagi ke lokasi pada 6 Januari 2026, saat bangkai gajah sudah mulai terurai dan menyisakan tulang belulang dan tengkorak.

Selanjutnya, terhadap tulang belulang dan sisa-sisa organ gajah itu dibawa ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree di Kabupaten Aceh Besar.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...