Korban Banjir Bireuen Terima Bantuan Kemanusiaan dari AIPNI

Pengurus AIPNI Regional I Wilayah Aceh saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir di posko pengungsian Juli, Bireuen. Minggu 28 Desember 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/TA019]

Bireuen. RU – Pengurus Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional I Wilayah Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir di posko pengungsian Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Minggu (28/12).

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian AIPNI terhadap masyarakat terdampak, dengan bantuan berupa pakaian layak pakai, kurma, perlengkapan mandi, handuk, makanan ringan, serta susu anak yang dihimpun dari institusi anggota AIPNI se-Indonesia.

Selain logistik, AIPNI Regional I Aceh memberikan layanan dukungan psikososial kesehatan jiwa melalui terapi relaksasi napas dalam, relaksasi otot progresif, serta teknik lima jari guna membantu mengurangi stres dan kecemasan pascabencana, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua AIPNI Regional I Aceh, Prof. Teuku Tahlil, didampingi jajaran pengurus, serta Penanggung Jawab Donasi AIPNI Kabupaten Bireuen, Ns. Nesa Fatna.

Pengurus AIPNI turut memantau langsung proses distribusi bersama aparat gampong dan pengelola posko guna memastikan bantuan diterima secara merata dan tepat sasaran.

“Kehadiran AIPNI di lokasi bencana merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan kontribusi nyata, baik dalam aspek fisik maupun psikologis, agar masyarakat dapat bangkit dan pulih pascabencana,” ujar Prof. Teuku Tahlil.

AIPNI berharap kegiatan tersebut dapat meringankan beban korban banjir sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota dalam menghadapi situasi darurat.(TA019)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...