Almuniza Kamal: Kesetiaan Itu Bernama Mukhlis Nakata

Almuniza Kamal: Kesetiaan Itu Bernama Mukhlis Nakata

Banda Aceh. RU – Setelah 17 tahun mengabdi untuk Persiraja Banda Aceh, Mukhlis Nakata, sang kapten akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.

Pada laga pekan ke-15 Liga 2 Indonesia, yang digelar di Stadion Harapan Bangsa pada Minggu malam (05/01/2025), Nakata tampil untuk terakhir kalinya, meninggalkan kenangan manis di hati suporter tim “Lantak Laju”.

Di tengah sorakan belasan ribu suporter yang memadati stadion, Mukhlis Nakata masuk ke lapangan pada menit ke-84, menggantikan Riski Nasution. Momentum ini disambut dengan aplaus meriah dari penonton, termasuk Pj Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal yang hadir langsung menyaksikan perjuangan Persiraja bersama Pj Gubernur Aceh, Safrizal.

Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-0 atas Dejan FC, yang memperpanjang catatan apik Persiraja di puncak klasemen grup A, Almuniza Kamal menyampaikan apresiasi yang mendalam untuk tim kebanggaan masyarakat Aceh itu.

Tak terkecuali untuk sang legenda, Pj Wali Kota juga memberikan apresiasi. “Atas nama Pemko Banda Aceh dan seluruh pecinta Persiraja, saya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Mukhlis Nakata,” ujar Almuniza.

Menurut Almuniza, Nakata bukan sekadar kapten tim, melainkan simbol dari semangat juang dan dedikasi yang luar biasa dalam dunia sepak bola Aceh.

“Di usia 36 tahun, Nakata telah menjadi contoh teladan bagi generasi muda. Ia selalu memberikan yang terbaik di lapangan, menginspirasi kita semua untuk mencintai dan memperjuangkan klub kebanggaan kita ini,” lanjutnya.

Laga ini tidak hanya menyisakan kemenangan bagi Persiraja, tetapi juga sebuah momen emosional yang tak terlupakan. Nakata, yang telah mencurahkan seluruh energi dan semangatnya selama hampir dua dekade, tetap menjadi sosok yang tak tergantikan dalam sejarah klub.

Dalam perjalanan karirnya, meski banyak klub yang menggoda dengan iming-iming gaji lebih besar, Nakata tetap setia mengenakan kostum oranye Persiraja hingga akhirnya memutuskan gantung sepatu.

“Kesetiaan itu bernama Mukhlis Nakata,” ujar Almuniza Kamal menegaskan, merujuk pada perjalanan karir Nakata yang selalu setia pada Persiraja, meski godaan datang dari klub-klub besar.

“Mungkin bagi orang lain, uang bisa menjadi daya tarik, namun Nakata membuktikan bahwa cinta dan loyalitas terhadap klub lebih bernilai,” tambahnya.

Momen perpisahan ini menorehkan kenangan yang mendalam di hati seluruh suporter Persiraja, yang tak akan pernah melupakan perjuangan, dedikasi, dan loyalitas Nakata sepanjang karirnya. Almuniza Kamal juga menyampaikan harapan terbaik untuk perjalanan baru Nakata.

“Semoga sukses di jalan baru yang akan ditempuh. Terima kasih, Mukhlis Nakata, atas segala kontribusi dan kenangan indah yang telah Anda berikan kepada kami.”

“Perpisahan dengan sang legenda mungkin menyedihkan, tetapi semangat dan cinta Nakata terhadap sepak bola Aceh akan terus hidup, menginspirasi generasi mendatang,” tutup Almuniza Kamal.

Pertandingan terakhir Mukhlis Nakata bersama Persiraja malam berakhir manis. Tim asuhan Akhyar Ilyas makin kokoh di puncak klasemen grup A dengan koleksi 33 poin, unggul 6 poin dari Runner Up yang dihuni PSKC Cimahi.

Pada laga ini, Persiraja yang sudah memastikan diri lolos ke 8 besar tetap tampil dominan sejak menit awal. Gol pertama mereka tercipta melalui pemain anyar Matheus Machado pada menit ke-12.

Setelah turun minum, Andik Vermansyah Cs tetap menunjukkan permainan agresif dan terus menekan pertahanan tim tamu. Gol kedua pun tercipta melalui Vivi Asrizal, yang menambah keunggulan Persiraja menjadi 2-0.

PJ Wali Kota pun berharap Persiraja dapat terus mempertahankan peforma saat tampil di 8 besar nanti dan memenuhi target promosi ke Liga 1 musim depan.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...