Luapan Sungai Rendam 8 Desa di Woyla Barat

Petugas Polsek Woyla Barat saat memberi himbauan kepada warga saat melintas di jalan yang tergenang banjir. Kamis 27 November 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/*]

Aceh Barat. RU – Hujan deras yang mengguyur Aceh Barat memicu luapan Krueng Woyla dan merendam delapan desa di Kecamatan Woyla Barat, Kamis (27/11/2025).

Genangan setinggi 10–60 sentimeter meliputi Gampong Napai, Alue Leuhop, Peulekung, Lhok Malee, Cot Lagan, Blang Cot Rubek, Pasi Malee, dan Leubok Pasi Ara.

Meski air belum surut, warga masih bertahan di rumah dan tidak ada laporan korban jiwa.

Petugas Polsek terus berpatroli sambil berkoordinasi dengan aparat desa untuk mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah evakuasi bila dibutuhkan.

“Curah hujan tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Krueng Woyla, sehingga beberapa desa tergenang air,” ujar Kapolsek Woyla Barat Iptu Munandar, S.H.

Ia meminta orang tua mengawasi anak agar tidak bermain di sekitar aliran sungai.

Pengawasan di kawasan terdampak diperketat, termasuk persiapan tempat pengungsian jika kondisi memburuk.

Warga diminta mengikuti arahan petugas dan menyiapkan dokumen penting bila harus dievakuasi.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...