Bupati Aceh Barat Minta PT MGK Hentikan Menambang Emas di Sungai

Tarmizi SP
Bupati Aceh Barat, Tarmizi. (Foto: Setdakab Aceh Barat)

Meulaboh, RU – Bupati Aceh Barat meminta PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) menghentikan kegiatan penambangan emas di aliran Sungai Woyla, sebelum memiliki rekomendasi teknis dari Balai Wilayah Sungai Sumatera-I.

“Sebelum adanya rekomendasi teknis dari Balai Wilayah Sungai Sumatera-I, kami minta agar penambangan emas di aliran sungai dihentikan,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi dikutip Rabu (03/09/2025).

Permintaan ini dimaksudkan agar perusahaan menaati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam pemanfaatan aliran sungai untuk aktivitas tambang.

Seperti diketahui, rekomendasi teknis (Rekomtek) dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera-I diperlukan untuk kegiatan tambang di sungai.

Rekomtek ini bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan tambang di sungai dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Rekomendasi ini juga diperlukan untuk menjamin penggunaan sumber daya air yang berkelanjutan, mencegah kerusakan lingkungan sekitar sungai, serta memastikan keselamatan masyarakat dan infrastruktur sekitar sungai.

Dengan memiliki rekomtek, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap kegiatan tambang di sungai dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan terkendali, sehingga mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

“Jadi, sebelum ada rekomtek, kami minta tidak ada aktivitas. Jika tetap dilanjutkan (tanpa rekomtek) akan kami hentikan,” kata Tarmizi. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta kepada masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri, dalam menyikapi kegiatan penambangan di aliran Sungai Woyla itu.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...